Wajah Baru Depok Lama Sambut Masa Depan Wisata Heritage

Redaktur author photo
Pelestarian aset sejarah budaya Depok fi jalan Pemuda bakal dijadikan destinasi wisata heritage

inijabar.com, Depok- Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) berkolaborasi bersama Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) mengambil langkah progresif dalam melestarikan warisan sejarah. 

Kawasan bersejarah di Jalan Pemuda, Depok Lama, kini secara resmi dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi destinasi Wisata Heritage unggulan yang memikat dan bertaraf nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Disporyata Kota Depok, Eko Herwiyanto, di sela acara pembukaan Festival Heritage Depok Lama, Sabtu (27/6/2026). 

Dengan mengusung tema “Living Heritage Unity Through Generation”, baginya festival yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Juni 2026 tersebut menjadi momentum kebangkitan pariwisata berbasis sejarah sekaligus penggerak roda ekonomi kreatif masyarakat lokal.

“Event ini merupakan magnet dan daya tarik luar biasa bagi orang-orang untuk berkunjung ke Depok Heritage. Pemkot Depok sangat berkomitmen menata infrastrukturnya, secara bertahap pedestrian dan jalan-jalannya akan kita tata agar kawasan Depok Lama ini semakin nyaman dan siap mendukung ekosistem pariwisata yang berkelanjutan,” ujar Eko Herwiyanto kepada awak media.

Eko menambahkan, wujud nyata komitmen Pemkot Depok dipastikan akan bergulir tahun ini salah satunya  melalui pembangunan dan revitalisasi trotoar. 

Langkah perbaikan infrastruktur fisik tersebut nantinya akan dirancang khusus demi menciptakan kawasan yang ramah bagi pejalan kaki (Pedestrian-Friendly), sehingga para wisatawan lokal maupun luar dapat menikmati keindahan arsitektur sepeninggalan kolonial Belanda tersebut.

Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari diawali dengan sarapan bersama antara Wali Kota Depok dengan para tokoh, dan masyarakat setempat. Memasuki sore hari, suasana Jalan Pemuda semakin semarak dengan digelarnya parade 12 marga dari Kaoem Depok.

Menariknya, kata Eko dengan adanya gelaran acara ini juga berdampak langsung pada perekonomian lokal.

“Stand-stand bazar UMKM yang memadati area festival diserbu pengunjung hingga dagangan mereka ludes terjual tanpa sisa. Mudah-mudahan perputaran ekonomi ini membawa berkah melimpah bagi para pelaku industri kreatif di Kota Depok. Kesuksesan ini tidak lepas berkat sinergi antara jajaran Pemkot, tim TP3D serta YLCC,” terangnya.

Selain itu, daya tarik utama yang menjadi pusat perhatian sambung Eko yakni peresmian Miniatur Museum yang langsung diresmikan oleh Wali Kota Depok dengan di bawah pengelolaan YLCC.

“Museum ini, ke depannya juga akan dibuka secara luas untuk umum,” ucapnya.

Kehadiran museum ini diyakini akan menjadi tambahan magnet wisata. Karena dinilai mampu mewujudkan linimasa sejarah Depok secara visual dan autentik.

Meski festival ini merupakan gelaran perdana, namun pihaknya mengklaim bahwa acara ini merupakan kesuksesan besar dan mendapatkan antusiasme luar biasa dari masyarakat.

“Mudah-mudahan acara ini akan menjadi agenda tahunan yang jauh lebih megah di masa mendatang,” ujarnya.

Eko mengajak seluruh masyarakat Depok dan sekitarnya untuk tidak melewatkan hari kedua festival pada Minggu, 28 Juni 2026.

"Masih ada satu hari lagi. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir bersama keluarga atau kerabat. Masih banyak acara seru yang menanti, mulai dari fashion show bertema sejarah hingga berbagai lomba menarik untuk anak-anak dan lainnya, mari kita ramaikan area Depok Heritage," pungkasnya. (Risky)

Share:
Komentar

Berita Terkini