![]() |
| Ilustrasi |
inijabar.com, Kota Bekasi – Kesabaran pelanggan Perumda Tirta Bhagasasi kembali diuji. Sudah tiga hari aliran air bersih tidak mengalir di wilayah RT 003 RW 002, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
Kondisi ini memicu gelombang keluhan warga yang menilai pelayanan perusahaan air minum daerah tersebut jauh dari harapan.
Gangguan distribusi air tidak hanya membuat aktivitas rumah tangga lumpuh, tetapi juga memaksa sebagian warga mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Perumda Tirta Bhagasasi memang telah mengumumkan adanya pekerjaan perbaikan pompa distribusi. Namun, minimnya kepastian kapan layanan akan kembali normal membuat masyarakat semakin resah. Warga menilai penjelasan semata tidak cukup jika di lapangan mereka tetap harus hidup tanpa pasokan air bersih.
Ketua RT 003 RW 002 Kelurahan Bekasi Jaya, Subur, mengaku hampir setiap hari menerima keluhan dari warga yang terdampak.
"Sudah hampir tiga hari air PAM tidak mengalir. Banyak warga menghubungi saya karena kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami memahami adanya proses perbaikan, namun kami juga berharap Perumda Tirta Bhagasasi segera menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah kami agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi," ujarnya. Minggu (28/6/2026)
Menurut Subur, tidak semua warga memiliki sumur atau tempat penampungan air yang memadai. Akibatnya, banyak keluarga harus membeli air dengan biaya sendiri, sementara sebagian lainnya terpaksa mencari air ke wilayah lain.
Pihaknya mengaku sudah mencoba menghubungi pihak PDAM TB. Namun belum ada respon nyata.
Situasi ini memunculkan sorotan terhadap kualitas pelayanan Perumda Tirta Bhagasasi. Warga mempertanyakan komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan yang setiap bulan tetap diwajibkan membayar tagihan air.
Masyarakat berharap Perumda Tirta Bhagasasi tidak hanya fokus memperbaiki kerusakan teknis, tetapi juga bergerak cepat mengirimkan mobil tangki air bersih ke kawasan terdampak sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan publik.
Selain itu, warga meminta adanya komunikasi yang lebih transparan mengenai progres perbaikan, penyebab gangguan, serta estimasi waktu normalisasi agar pelanggan tidak terus berada dalam ketidakpastian.
"Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Jangan sampai pelanggan hanya diminta memahami kondisi perusahaan, sementara kebutuhan sehari-hari mereka terabaikan. Kami berharap Perumda Tirta Bhagasasi segera mempercepat perbaikan sekaligus memastikan distribusi air bersih melalui mobil tangki selama gangguan berlangsung," tutup Subur.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pelayanan air bersih bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut hak dasar masyarakat. Ketika gangguan berlangsung berhari-hari, kecepatan penanganan, transparansi informasi, dan kehadiran solusi darurat menjadi ukuran nyata kualitas pelayanan sebuah perusahaan daerah.(*)



