Garut International Kite Festival 2026 Sukses, Ribuan Wisatawan Serbu Teras Papandayan

Redaktur author photo
Sejumlah layang-layang berbagai motif di Garut International Kite Fesrival 2026

inijabar.com, Garut – Garut International Kite Festival (GKF) 2026 sukses menjadi magnet wisata internasional dengan menghadirkan ribuan pengunjung di kawasan Teras Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Sabtu (1/8/2026). 

Festival layang-layang bertaraf internasional ini tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga menjadi etalase promosi pariwisata Garut sekaligus menggerakkan perekonomian pelaku UMKM lokal.

Pemerintah Kabupaten Garut memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan GKF 2026 yang melibatkan berbagai pihak, di antaranya PT Menara Graha 165, Asgar Jaya, Desa Emas Indonesia, delegasi Majlis Pelayang Malaysia, serta unsur Forkopimda.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang telah menyukseskan festival internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan Garut kepada masyarakat dunia.

"Harapannya para pengunjung yang datang ke sini juga akan mengunjungi destinasi wisata lainnya di Garut. Yang paling penting, Garut semakin dikenal oleh komunitas internasional," ujar Syakur. Sabtu (1/8/2026)

Ia mengakui pelaksanaan perdana festival masih memiliki sejumlah kekurangan. Namun, hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan berikutnya semakin baik.

Pemkab Garut, lanjutnya, siap terus mendukung kegiatan serupa, termasuk melalui peningkatan aksesibilitas dan infrastruktur pendukung, sehingga dampak ekonomi bagi masyarakat dapat semakin besar.

Selain mempromosikan destinasi wisata, Bupati juga menekankan pentingnya membangun budaya pelayanan (hospitality) masyarakat dalam menyambut wisatawan mancanegara.

"Yang terpenting adalah menyiapkan masyarakat agar terbiasa menerima tamu dari luar negeri dengan keramahan, keterbukaan, dan sikap membantu," katanya.

Sementara itu, penyelenggara Garut International Kite Festival, Hariyo Puguh Witjaksono, mengungkapkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sejak rangkaian kegiatan dimulai pada 29 Juli 2026, jumlah pengunjung telah mencapai sekitar 4.300 orang.

Festival ini diikuti peserta dari 13 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Swedia, China, Jepang, Swiss, Thailand, Singapura, Prancis, Belgia, Korea Selatan, Italia, dan Filipina. Selain itu, peserta nasional berasal dari tujuh provinsi, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Bali, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan.

Menurut Hariyo, dipilihnya kawasan pegunungan Garut sebagai lokasi festival bertujuan menghadirkan pengalaman berbeda bagi peserta internasional sekaligus memperkenalkan keindahan alam Garut kepada dunia.

Apresiasi juga datang dari Presiden Majlis Pelayang Malaysia, Datuk A. Rahim Nin. Ia mengaku terkesan dengan panorama alam serta udara pegunungan Garut yang dinilai sangat cocok untuk kegiatan layang-layang internasional.

"Tempat ini sangat menarik. Alamnya indah, udaranya sejuk, sehingga para peserta merasa aman, nyaman, dan tenang bermain layang-layang di sini," ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Asgar Jaya, Dadang Waldiman, menilai permainan layang-layang memiliki nilai filosofi yang mendalam.

Menurutnya, layang-layang mengajarkan tentang keseimbangan hidup, kemampuan mengendalikan diri, serta pentingnya tetap berpijak di bumi meski memiliki cita-cita setinggi langit.

Dengan tingginya antusiasme peserta dan pengunjung, Garut International Kite Festival 2026 diharapkan menjadi agenda wisata tahunan yang mampu memperkuat citra Kabupaten Garut sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia di mata dunia.(ujang)

Share:
Komentar

Berita Terkini