Jumlah Sekolah di Indonesia 2026 Capai 874 Ribu, Tapi 52 Ribu Belum Sinkron Dapodik

Redaktur author photo

inijabar.com, Jakarta – Dunia pendidikan di Indonesia ternyata jauh lebih beragam daripada yang dibayangkan banyak orang. Selain sekolah umum, terdapat madrasah, pondok pesantren, pendidikan diniyah, hingga berbagai satuan pendidikan lain dengan karakteristik masing-masing.

Data terbaru tahun 2026 seperti dikutip dari Bilqis Haura Consultan menunjukkan Indonesia memiliki 874.939 lembaga pendidikan, yang terdiri atas sekolah, madrasah, pondok pesantren, dan pendidikan diniyah. 

Namun, di balik besarnya jumlah tersebut, masih ada puluhan ribu sekolah yang belum menyelesaikan sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Indonesia Punya Hampir 875 Ribu Lembaga Pendidikan

Berdasarkan data tahun 2026, total lembaga pendidikan di Indonesia mencapai 874.939, terdiri dari:

- Sekolah: 446.949

- Madrasah: 88.710

- Pondok Pesantren: 42.771

- Pendidikan Diniyah: 296.509

Dari jumlah tersebut, lembaga pendidikan swasta masih mendominasi dengan 696.636 lembaga, sedangkan lembaga negeri sebanyak 178.303.

Istilah Pendidikan di Indonesia Semakin Beragam

Sistem pendidikan nasional tidak hanya mengenal sekolah formal. Saat ini masyarakat juga mengenal berbagai jenis layanan pendidikan seperti:

- PAUD (TPA, KB, TK, SPS)

- SD, SMP, SMA, SMK

- SLB

- PKBM

- SKB

- Madrasah (RA, MI, MTs, MA, MAK)

- Pondok Pesantren

- Pendidikan Diniyah

- Homeschooling

- Daycare

- Kindergarten

- LPK (Lembaga Pelatihan Kerja)

Keragaman tersebut menunjukkan sistem pendidikan Indonesia berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.

Dapodik 2026 Baru Terkirim 88,2 Persen

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadwalkan penutupan Dapodik pada 31 Agustus 2026 sebagai dasar berbagai kebijakan, termasuk penyaluran Dana BOS.

Hingga 14 Agustus 2026, dari 446.949 sekolah, baru 394.366 sekolah yang telah melakukan sinkronisasi.

Artinya masih terdapat 52.583 sekolah yang belum mengirimkan data, sehingga tingkat sinkronisasi nasional baru mencapai 88,2 persen.

SD Menjadi Jenjang dengan Sinkronisasi Tertinggi

Jenjang Sekolah Dasar menjadi yang paling cepat melakukan pembaruan data.

Persentase sinkronisasi Dapodik berdasarkan jenjang antara lain:

1. SD: 96,6%

2. SMP: 94%

3. SMA: 93,8%

4. SMK: 92,3%

5. PAUD: 81,6%

6. SKB: 85,1%

7. PKBM: 64,4%

Data ini menunjukkan masih terdapat tantangan pada pendidikan nonformal dalam pelaporan Dapodik.

Lebih dari 47 Juta Peserta Didik Tercatat di Dapodik

Data Dapodik Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 mencatat:

- Sekolah: 446.949

- Peserta didik: 47.259.935

- Guru: 3.408.788

Jenjang SD masih menjadi penyumbang jumlah siswa terbesar dengan lebih dari 22,2 juta peserta didik, disusul SMP sekitar 9,5 juta siswa.

Madrasah Masih Menjadi Pilar Pendidikan Nasional

Data EMIS Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 menunjukkan terdapat:

84.625 madrasah

8.829.662 peserta didik

941.739 guru

Komposisinya meliputi:

- RA: 31.517

- MI: 27.058

- MTs: 19.716

- MA: 10.411

- MAK: 8

Madrasah tetap menjadi salah satu tulang punggung pendidikan berbasis keagamaan di Indonesia.

Pondok Pesantren Terus Berkembang

Pondok pesantren kini hadir dalam berbagai model pendidikan, mulai dari pesantren kitab kuning hingga pesantren berjenjang.

Data EMIS mencatat terdapat 42.771 pondok pesantren yang melayani sekitar 1,69 juta santri.

Selain itu berkembang pula berbagai bentuk pendidikan keagamaan seperti:

- Satuan Pendidikan Muadalah (SPM)

- Pendidikan Diniyah Formal (PDF)

- Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS)

- Ma'had Aly

- Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT)

- Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ)

Pendidikan Diniyah Tembus Hampir 300 Ribu Lembaga

Pendidikan diniyah juga menjadi sektor yang sangat besar.

Tercatat terdapat 296.509 lembaga pendidikan diniyah dengan lebih dari 1,22 juta santri.

Mayoritas berasal dari:

- LPQ: 188.584 lembaga

- MDT: 104.901 lembaga

- PKPPS: 1.772 lembaga

- SPM: 751 lembaga

- PDF: 357 lembaga

- Ma'had Aly: 95 lembaga

Daerah dengan Sinkronisasi Dapodik Tertinggi

Dilihat berdasarkan provinsi, tingkat pengiriman Dapodik tertinggi ditempati oleh:

1. DI Yogyakarta: 95,2%

2. Jawa Tengah: 95,1%

3. Kepulauan Bangka Belitung: 93,6%

4. Jawa Timur: 93,1%

5. Kalimantan Selatan: 91,6%

6. Jawa Barat: 91,2%

7. Banten: 90,2%

Data pendidikan tahun 2026 memperlihatkan besarnya ekosistem pendidikan Indonesia dengan hampir 875 ribu lembaga pendidikan yang tersebar dari sekolah umum hingga pesantren dan pendidikan diniyah. 

Meski demikian, percepatan sinkronisasi Dapodik masih menjadi pekerjaan rumah penting agar seluruh data pendidikan nasional akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah, termasuk penyaluran Dana BOS, perencanaan guru, serta pembangunan sektor pendidikan secara menyeluruh.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini