KDM Bantu Korban Gempa NTT, Korban Musibah di Sukabumi dan Kota Bekasi Kapan Ditolong?

Redaktur author photo
Warga Kp Babakan Cisarua Desa Cidadap korban longsor tahun 2025 menyampaikan keluhan belum ada bantuan terkait rumah mereka yang tertimbun longsor

inijabar.com, Kabupaten Sukabumi- Langkah Gubernur Jawa Barat yang menyalurkan bantuan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai apresiasi sebagai bentuk solidaritas antardaerah. 

Namun, di saat yang sama muncul sorotan dari sejumlah warga Jawa Barat yang mengaku masih menunggu perhatian pemerintah atas musibah yang mereka alami.

Salah satunya datang dari warga Kampung Babakan Cisarua, Desa Cidadap, RT 02 RW 15. Perwakilan warga menyebut sedikitnya 46 warga terdampak musibah sejak 2025 hingga kini belum mendapatkan penanganan yang mereka harapkan.

Bencana longsor dan banjir bandang yang melanda Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi pada Maret dan Desember 2025 berdampak pada ratusan kepala keluarga, menyebabkan kerusakan puluhan rumah, dan tercatat menimbulkan korban jiwa akibat tertimbun material longsor.

Akibat musibah tersebut, sebagian warga masih bertahan hidup di saung, sementara lainnya terpaksa mengontrak rumah selama hampir dua tahun.

"Warga mengharapkan bantuan dari bapak (Gubernur Jabar) pada kehidupan warga yang sangat memprihatinkan," ujar perwakilan warga.

Kondisi tersebut dinilai memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Di saat bantuan kemanusiaan dapat menjangkau daerah lain, warga yang mengalami musibah di Jawa Barat berharap pemerintah provinsi juga memberikan perhatian yang sama terhadap penderitaan mereka.

Korban Ledakan SPBE Cimuning Bekasi Juga Masih Menunggu

Sorotan serupa juga datang dari Kota Bekasi. Korban ledakan SPBE Cimuning hingga kini disebut masih belum dapat memperbaiki rumah yang rusak karena kompensasi dari pihak pengelola belum terealisasi sepenuhnya.

Sekedar mengingatkan, pada 1 April 2026 sekitar pukul 20.00–21.30 WIB, terjadi ledakan yang diikuti kebakaran besar di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Insiden ini menyebabkan puluhan orang mengalami luka bakar, kerusakan luas pada fasilitas dan permukiman warga, serta memicu penyelidikan terkait dugaan kebocoran gas dan aspek keselamatan operasional fasilitas tersebut

Warga terdampak ledakan itu berharap Pemerintah Kota Bekasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat lebih aktif mendorong pihak penanggung jawab SPBE segera memenuhi kewajibannya sehingga rumah-rumah yang terdampak dapat segera diperbaiki.

Menurut warga, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan, bukan hanya dalam bentuk bantuan darurat, tetapi juga memastikan hak-hak korban dipenuhi.

Solidaritas Keluar Daerah Jangan Sampai Mengabaikan Warga Sendiri

Bantuan kemanusiaan kepada daerah lain merupakan bentuk kepedulian yang patut diapresiasi. Namun, sejumlah kalangan menilai kepedulian tersebut seharusnya berjalan seiring dengan penyelesaian persoalan kemanusiaan di dalam wilayah Jawa Barat sendiri.

Warga korban musibah di Desa Cidadap maupun korban ledakan SPBE Cimuning berharap pemerintah hadir lebih nyata melalui bantuan, pendampingan, serta langkah konkret agar mereka dapat kembali hidup layak.

Sorotan ini menjadi pengingat bahwa solidaritas kepada daerah lain tidak boleh mengurangi perhatian terhadap masyarakat Jawa Barat yang hingga kini masih berjuang bangkit dari musibah. 

Harapan mereka sederhana, pemerintah hadir dan memastikan tidak ada korban yang merasa ditinggalkan di tanahnya sendiri.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini