PDRB Garut Terendah di Jabar, Bupati Beberkan Penyebab Kemiskinan Struktural

Redaktur author photo

 

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin

inijabar.com, Garut – Tingkat pendapatan masyarakat Kabupaten Garut masih menjadi yang terendah di antara kabupaten/kota di Jawa Barat. Kondisi tersebut tercermin dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Garut yang saat ini hanya sekitar Rp26 juta per tahun, jauh di bawah rata-rata Jawa Barat yang mencapai Rp59 juta dan rata-rata nasional sebesar Rp79 juta per tahun.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengakui rendahnya PDRB per kapita menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah masih minimnya investasi produktif yang masuk ke Kabupaten Garut sehingga produktivitas ekonomi masyarakat belum berkembang optimal.

"Penghasilan masyarakat Kabupaten Garut masih sangat rendah sehingga tingkat PDRB kita paling kecil di Jawa Barat," kata Syakur, Kamis (27/8/2026).

Ia menilai kesenjangan ekonomi antara Garut dengan daerah lain di Jawa Barat sudah terlalu lebar. Karena itu, dibutuhkan langkah bersama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi agar kesejahteraan masyarakat meningkat.

Menurut Syakur, Garut sebenarnya memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Kabupaten ini memiliki sumber daya alam melimpah, mulai dari sektor pertanian, potensi energi, kekayaan kelautan, hingga kawasan hutan yang mencapai hampir 80 persen dari luas wilayah.

Namun, potensi tersebut belum mampu mendongkrak pendapatan masyarakat karena masih terbatasnya akses terhadap modal, teknologi, infrastruktur, serta investasi yang mampu meningkatkan produktivitas.

"Kita ini punya sumber daya manusia, punya keterampilan. Tapi kalau tidak punya alat, tidak punya modal, bagaimana mau maju?" tegasnya.

Syakur mencontohkan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi Garut. Menurutnya, petani yang memiliki kemampuan bercocok tanam tetap akan kesulitan meningkatkan hasil panen apabila tidak didukung benih unggul, pupuk berkualitas, alat pertanian modern, hingga akses pembiayaan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Garut menjadikan peningkatan investasi sebagai strategi utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Syakur, terdapat tiga faktor yang mampu mendorong peningkatan PDRB, yakni investasi, belanja pemerintah, dan konsumsi rumah tangga. Namun, investasi dinilai sebagai faktor paling penting karena mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru, membuka lapangan kerja, sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil produksi masyarakat.

"Kalau tidak ada investasi, Garut tidak akan bisa keluar dari kemiskinan struktural. Kita perlu investor yang mau menanamkan modal, baik di sektor industri, pertanian, maupun UMKM," ujarnya.

Selain memperkuat investasi, Pemkab Garut juga akan mengarahkan belanja pemerintah agar berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Program pembangunan akan difokuskan pada penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan ekonomi lokal, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Di sisi lain, daya beli masyarakat juga menjadi perhatian pemerintah. Berbagai program peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat akan terus diperkuat agar perputaran ekonomi lokal semakin meningkat.

Syakur memastikan Pemkab Garut berkomitmen menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif melalui kemudahan perizinan dan berbagai fasilitas bagi investor yang ingin menanamkan modal di Kabupaten Garut.

Menurutnya, Garut memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi daya tarik investasi, mulai dari ketersediaan lahan, jumlah tenaga kerja yang melimpah, hingga potensi sektor pertanian dan industri pengolahan yang masih sangat terbuka untuk dikembangkan.

"Kita punya lahan luas, tenaga kerja melimpah, dan posisi strategis. Tapi tanpa investasi, semua itu tidak akan bernilai. Kami siap permudah perizinan dan fasilitasi investasi," pungkasnya.(yoes)

Share:
Komentar

Berita Terkini