UBM Siapkan Regenerasi Besar! Ketua Umum Bakal Bergilir dari 6 Puak Batak Muslim

Redaktur author photo
Pengurus UBM berpose bersama usai menggelar rapat internal

inijabar.com, Kota Bekasi – Ukhuwah Batak Muslim (UBM) menegaskan komitmennya membangun organisasi yang inklusif dan berkelanjutan melalui mekanisme regenerasi kepemimpinan. Dalam Rapat Bulanan UBM yang digelar di Sekretariat UBM, Sabtu (8/8/2026), muncul kesepakatan penting bahwa jabatan Ketua Umum UBM akan digilir dari enam puak Batak setiap lima tahun sekali.

Rapat yang berlangsung mulai pukul 11.30 hingga 16.00 WIB itu dihadiri oleh Sultan Agung Nusantara yang juga dikenal sebagai Sultan Syarif, para konseptor, pengurus, serta anggota UBM dari berbagai daerah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan salat Dzuhur berjamaah sebagai simbol kebersamaan dan ukhuwah. Setelah itu, peserta rapat membahas sejumlah agenda strategis untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas peran UBM di tengah masyarakat.

Ketua Umum UBM, Dr. H. Marhaban Sigalingging, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dan menegaskan pentingnya menjaga semangat persaudaraan dalam organisasi.

"Kehadiran Bapak Sultan Agung Nusantara serta seluruh konseptor, pengurus, dan anggota menunjukkan bahwa semangat persaudaraan kita tidak pernah pudar. Mari kita jaga dan terus tumbuh bersama," ujarnya.

Kepemimpinan UBM Bergilir dari 6 Puak

Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut, kata Marhaban, adalah komitmen untuk menerapkan sistem pergiliran Ketua Umum UBM dari enam puak Batak yang memeluk agama Islam, yakni Angkola, Karo, Mandailing, Pakpak, Simalungun, dan Toba.

"Melalui sistem ini, setiap puak akan memperoleh kesempatan yang sama memimpin organisasi selama satu periode atau lima tahun. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat rasa memiliki, menjaga persatuan, sekaligus menciptakan regenerasi kepemimpinan yang sehat,"tuturnya.

Dr. Marhaban Sigalingging yang juga menjadi inisiator berdirinya UBM berharap sistem tersebut dapat terus berjalan hingga puluhan tahun mendatang.

Menurutnya, dalam kurun waktu sekitar 30 tahun ke depan, seluruh enam puak Batak Muslim diharapkan telah memperoleh kesempatan memimpin UBM secara bergantian sebagai bentuk pemerataan kepemimpinan.

Target Satukan Batak Muslim Seantero Dunia

Komitmen tersebut merupakan hasil kesepakatan para konseptor UBM dalam rapat bulanan Agustus 2026 sebagai bagian dari penguatan visi "UBM Connected Worldwide", yakni membangun jaringan persaudaraan Batak Muslim di berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara.

UBM ingin menjadi wadah pemersatu masyarakat Batak Muslim yang tetap menjunjung tinggi nilai budaya Batak sekaligus mengamalkan nilai-nilai Islam.

Kartu Anggota UBM Segera Dibagikan

Dalam kesempatan yang sama, Marhaban juga mengumumkan bahwa penerbitan Kartu Anggota UBM sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) akan segera direalisasikan.

Dia mengajak seluruh pemilik marga Batak yang beragama Islam dimanapun berada termasuk di Jawa Barat untuk bergabung menjadi bagian dari UBM guna memperkuat jaringan persaudaraan, memperluas kolaborasi, dan bersama-sama membangun organisasi yang semakin besar di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan langkah regenerasi kepemimpinan, penguatan organisasi, serta penerbitan kartu anggota, UBM optimistis dapat menjadi rumah besar bagi komunitas Batak Muslim di berbagai penjuru dunia.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini