![]() |
| Foto pengungsi korban bencana di NTT |
inijabar.com, Depok – Pemerintah Kota Depok akan menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (21/8).
Bantuan yang dihimpun dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok tersebut hingga saat ini sementara mencapai sekitar Rp375 juta.
Walikota Depok, Supian Suri menyatakan dirinya akan berangkat ke lokasi terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) esok hari guna melihat langsung kondisi masyarakat terdampak sekaligus memastikan bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan paling mendesak.
“Besok saya akan berangkat, sudah terhimpun dari ASN Kota Depok dan dari PMI Kota Depok,” ujar Supian Suri kepada awak media, Kamis (20/8/2026).
Lebih lanjut menurutnya, bentuk bantuan yang akan diberikan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pemkot Depok kata dia, terlebih dahulu akan melihat kebutuhan prioritas warga terdampak agar dukungan yang diberikan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga yang terdampak.
“Nanti kita lihat apa yang menjadi prioritas di sana, itu yang langsung kita coba berikan bantuan, dukungan,” kata dia.
Ia juga menambahkan, keberangkatannya ke wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) kemungkinan esok hari akan dilakukan bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Supian Suri menyebut hingga saat ini, Kamis (20/8/2026), dana untuk bantuan yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp375 juta. Namun, jumlah tersebut masih mungkin bertambah karena proses penggalangan bantuan masih berlangsung.
“Tadi sudah terkumpul sekitar Rp375 juta. Masih saya tunggu. Mudah-mudahan ini untuk tahap pertama,” katanya.
Supian Suri berharap, dukungan tersebut tidak berhenti pada bantuan tahap pertama. Jika kondisi di NTT masih membutuhkan dukungan, dia membuka kemungkinan adanya tambahan bantuan pada tahap berikutnya.
“Mudah-mudahan ada support lagi, kalau memang masih sangat diperlukan lagi dukungan di sana,” tuturnya.
Dia mengungkapkan, bantuan yang telah terkumpul sejauh ini berasal dari dua unsur, yakni dari pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Depok dan pegawai PMI Kota Depok.
“Sementara ini baru ada dari ASN, ada dari PMI, baru dua itu saja. ASN sama dari PMI,” pungkas Supian Suri. (Risky)



