Ciamis Jadi Sorotan ASEAN, Dr. Giyatno Paparkan Sukses Kelola Lingkungan Berbasis Warga

Redaktur author photo

inijabar.com, Ciamis – Kabupaten Ciamis kembali mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Pengalaman sukses dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan hidup berbasis masyarakat dipresentasikan dalam ASEAN Regional Dialogue on Circular Economy (ARDCE) 2026 yang berlangsung pada 22–23 September 2026 di New World Hotel Makati, Metro Manila, Filipina.

Staf Ahli Bupati Ciamis Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr. Giyatno, S.IP., M.Si., dipercaya menjadi narasumber di hadapan para delegasi, pakar, dan pembuat kebijakan dari negara-negara ASEAN.

Dalam paparannya yang berjudul "Kepemimpinan sebagai Titik Awal Perubahan Sistemik Memaksimalkan Sumber Daya yang Ada, Memberdayakan Masyarakat, Mempertahankan Perubahan", Dr. Giyatno menjelaskan bahwa keberhasilan Ciamis membangun ekonomi sirkular berawal dari kepemimpinan yang kuat serta keterlibatan aktif masyarakat.

Menurutnya, perubahan sistemik tidak cukup dilakukan melalui kebijakan pemerintah semata, tetapi harus didukung optimalisasi sumber daya lokal dan pemberdayaan komunitas agar tercipta perubahan perilaku yang berkelanjutan.

"Perubahan sistemik tidak bisa berjalan secara top-down saja. Kunci keberhasilan Ciamis terletak pada optimalisasi sumber daya lokal yang dipadukan dengan pemberdayaan komunitas, sehingga perubahan perilaku terhadap lingkungan dapat dipertahankan secara konsisten," ujar Dr. Giyatno.

Paparan tersebut mendapat perhatian peserta forum karena menampilkan praktik nyata pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang dinilai relevan dalam mendukung transisi menuju ekonomi sirkular di kawasan Asia Tenggara.

Forum ARDCE 2026 sendiri digelar di bawah Keketuaan Filipina di ASEAN 2026. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Jenderal ASEAN Dr. Kao Kim Hourn, yang menekankan pentingnya kolaborasi regional untuk mempercepat implementasi ekonomi sirkular dan mengurangi polusi plastik di kawasan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Filipina (DENR) dengan dukungan European Union–Philippines Green Economy Partnership.

Keikutsertaan Kabupaten Ciamis dalam forum bergengsi tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan daerah dalam mengembangkan pengelolaan lingkungan yang melibatkan masyarakat sebagai aktor utama. 

Model yang diterapkan Ciamis diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia maupun negara-negara ASEAN dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.(edo)

Share:
Komentar

Berita Terkini