Dampak Abu Vulkanik Krakatau, SDN Jatiwaringin 1 Tak Terapkan PJJ Tapi Jam Belajar Dipersingkat

Redaktur author photo
Kepsek SDN Jatiwaringin 1 Kasmiroh SPd.i

inijabar.com, Kota Bekasi- Di tengah imbauan Dinas Pendidikan Kota Bekasi agar sekolah dapat menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, SDN Jatiwaringin 1 memilih tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan penyesuaian jadwal.

Kepala SDN Jatiwaringin 1, Kasmiroh, mengatakan sekolah tidak menerapkan PJJ, melainkan mempersingkat jam belajar sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan siswa.

"Tidak ada istirahat dan tidak mengurangi hak anak-anak dalam belajar serta tidak ada kegiatan di luar kelas," ujar Kasmiroh, Senin (7/9/2026).

Selain itu, seluruh aktivitas yang berpotensi membuat siswa berada di luar ruangan untuk sementara ditiadakan.

Menurutnya, sekolah juga tidak menggelar upacara bendera maupun pelajaran olahraga selama kondisi abu vulkanik masih menjadi perhatian.

"Kalau ekskul kan hari Sabtu," ucapnya.

Jadwal Belajar Baru SDN Jatiwaringin 1

Sebagai bentuk penyesuaian, sekolah membagi waktu belajar berdasarkan jenjang kelas agar aktivitas siswa di sekolah lebih singkat.

Berikut jadwal yang diterapkan:

Kelas 1 dan 2: pukul 07.00–09.00 WIB

Kelas 5 dan 6: pukul 09.00–10.00 WIB

Kelas 3 dan 4: pukul 10.00–13.00 WIB

Dengan skema tersebut, seluruh materi pembelajaran tetap diberikan tanpa mengurangi hak siswa untuk memperoleh pendidikan.

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik

Kebijakan SDN Jatiwaringin 1 menjadi salah satu bentuk penyesuaian yang dilakukan sekolah di Kota Bekasi menyusul adanya surat edaran Dinas Pendidikan terkait kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sekolah memilih mengurangi aktivitas di luar ruangan, meniadakan waktu istirahat, serta mempersingkat durasi belajar agar risiko paparan abu vulkanik terhadap peserta didik dapat diminimalkan, sembari memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan efektif.

Share:
Komentar

Berita Terkini