Dinkes Ciamis Ingatkan Abu Krakatau Bisa Sebabkan Sesak Napas dan Iritasi Mata

Redaktur author photo
Kabid Kesmas Dinkes Ciamis dr.Eny Rochaeni

inijabar.com, Ciamis – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir.

Imbauan tersebut mengacu pada Surat Edaran Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kabupaten Ciamis, dr. Eny Rochaeni, menjelaskan bahwa abu vulkanik mengandung partikel berukuran kasar hingga sangat halus. Dalam kondisi tertentu, abu juga dapat bercampur dengan gas vulkanik yang bersifat iritan dan berbahaya bagi kesehatan.

"Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan seperti iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, mengi, rasa berat di dada hingga sesak napas," ujar dr. Eny.

Ia menambahkan, paparan abu vulkanik juga berpotensi memperburuk kondisi penderita asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), bronkitis kronis, penyakit paru lainnya, hingga penyakit jantung.

Tak hanya itu, abu vulkanik juga dapat memicu iritasi pada mata berupa mata merah, perih, berair, gatal, hingga sensasi seperti ada benda asing. Sementara pada kulit, abu dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan serta mencemari sumber air bersih maupun makanan yang tidak tertutup.

Dinkes Ciamis Bagikan Tips Aman Saat Hujan Abu

Dinkes Ciamis meminta masyarakat tetap berada di dalam rumah saat terjadi hujan abu vulkanik. Pintu, jendela, dan celah rumah sebaiknya ditutup rapat agar abu tidak masuk ke dalam ruangan.

Selain itu, penampungan air bersih, sumur, makanan, dan minuman harus ditutup untuk mencegah kontaminasi abu vulkanik.

Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, Dinkes menganjurkan penggunaan masker berstandar N95, KN95, KF94, atau FFP2 yang menutupi hidung, mulut, dan dagu dengan sempurna. Masker harus segera diganti apabila basah, kotor, atau rusak.

Masyarakat juga disarankan mengenakan pakaian berlengan panjang, celana panjang, serta alas kaki tertutup. Setelah selesai beraktivitas di luar ruangan, segera membersihkan bagian tubuh yang terpapar abu dan mengganti pakaian.

Selain itu, masyarakat diminta menghindari penggunaan sepeda motor atau kendaraan terbuka saat kondisi paparan abu vulkanik masih berlangsung.

Segera ke Fasilitas Kesehatan Jika Muncul Gejala Ini

Dinkes Ciamis mengingatkan masyarakat untuk segera mendatangi puskesmas, rumah sakit, atau menghubungi layanan kegawatdaruratan apabila mengalami gejala seperti:

- Batuk terus-menerus.

- Sesak napas atau nyeri dada.

- Bibir atau ujung jari membiru.

- Sulit berbicara karena sesak napas.

- Mata merah disertai nyeri hebat.

- Kejang atau penurunan kesadaran.

Masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta menerapkan langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari dampak buruk abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.(edo)

Share:
Komentar

Berita Terkini