Musda Golkar Garut, Aris Vs Syakur Siapa Kantungi Diskresi DPP

Redaktur author photo
Ilustrasi

inijabar.com, Garut- Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Garut yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 dipastikan bakal menjadi salah satu agenda politik paling menarik di Jawa Barat. Persaingan menuju kursi Ketua DPD Partai Golkar Garut semakin memanas setelah dua figur kuat saling mengklaim dukungan dari kader hingga pengurus kecamatan.

Dua nama yang kini menjadi pusat perhatian adalah Ketua DPRD Garut Aris Munandar dan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin. Keduanya disebut memiliki basis dukungan yang kuat di internal Partai Golkar.

Aris Munandar disebut mendapat dukungan terbuka dari organisasi pendiri Partai Golkar, SOKSI, yang menilai dirinya sebagai sosok kader yang mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus membawa Partai Golkar Garut menghadapi agenda politik mendatang.

Tak hanya itu, kubu Aris juga mengklaim telah mengantongi dukungan sekitar 30 Pengurus Kecamatan (PK). Meski demikian, proses komunikasi politik ke tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar masih terus dilakukan untuk memperoleh diskresi atau persetujuan pencalonan dari Ketua Umum Partai Golkar.

Di sisi lain, nama Abdusy Syakur Amin juga tak kalah kuat. Bupati Garut yang diusung Partai Golkar pada Pilkada 2024 itu dinilai memiliki modal politik besar setelah berhasil memenangkan kontestasi pemilihan kepala daerah.

Syakur mengakui dirinya siap mengikuti kontestasi Musda apabila mendapat kepercayaan dari partai. Menurutnya, diskresi dari DPP bukanlah "karpet merah" untuk memastikan kemenangan.

"Bukan suatu hal yang kemudian menjadikan karpet merah untuk memenangkan Musda. Saya berpikir bahwa DPP tentu memiliki pertimbangan," kata Syakur kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).

Ia juga menyebut mekanisme diskresi yang diberikan DPP menjadi sesuatu yang menarik karena, berdasarkan informasi yang diterimanya, hal serupa tidak terjadi dalam sejumlah pelaksanaan Musda sebelumnya.

Saat dikonfirmasi mengenai kabar dukungan dari 28 Pengurus Kecamatan (PK) yang disebut mengalir kepadanya dalam pertemuan di kawasan Cipanas, Syakur memilih irit bicara.

"Informasi yang diterima memang sudah ada dukungan dari Pengurus Kecamatan, tetapi saya belum bisa mengumumkannya sekarang. Nanti saja, jangan dulu diekspos," ujarnya.

Musda Golkar Garut Diundur

Di tengah menghangatnya persaingan, pelaksanaan Musda Partai Golkar Garut yang semula dijadwalkan pada 27 Agustus 2026 mengalami penundaan.

Menurut Syakur, informasi mengenai pengunduran jadwal berasal dari tingkat pusat. Namun ia mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan penundaan tersebut.

"Semua itu dikoordinasikan antara kabupaten dengan provinsi. Saya tidak tahu persis seperti apa, mungkin ada alasan-alasan kenapa ditunda," katanya.

Syakur juga enggan menanggapi spekulasi bahwa penundaan Musda berkaitan dengan belum diputuskan siapa kandidat yang akan memperoleh surat diskresi dari Ketua Umum Partai Golkar.

Dengan saling klaim dukungan dari pengurus kecamatan serta menguatnya manuver politik kedua kubu, perhatian publik kini tertuju pada keputusan DPP Partai Golkar. Siapa yang akhirnya memperoleh "surat sakti" diskresi diperkirakan akan menjadi penentu arah pertarungan menuju kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut.(yoes)

Share:
Komentar

Berita Terkini