![]() |
| Pabrik BYD di Subang |
inijabar.com, Subang – Kehadiran pabrik BYD di Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi dan pembuka lapangan pekerjaan, kini mulai menjadi sorotan.
Pasalnya, warga di tiga desa yang lokasinya paling dekat dengan kawasan pabrik mengaku masih minim mendapatkan kesempatan bekerja.
Tiga desa tersebut yakni Desa Sawangan, Desa Kosar, dan Desa Wantilan. Sejak pembangunan hingga operasional pabrik berlangsung, masyarakat berharap keberadaan investasi besar tersebut dapat menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah signifikan.
Namun, harapan itu dinilai belum sepenuhnya terwujud.
Amir, pemuda asal Kecamatan Cipeundeuy, mengungkapkan berdasarkan data yang dihimpunnya, jumlah warga dari tiga desa tersebut yang telah diterima bekerja di BYD masih belum mencapai 100 orang.
"Kalau memang terkendala skill, ya latih kami. Jangan sampai anak-anak di Sawangan, Kosar, Wantilan kalah bersaing hanya karena tidak pernah dikasih pelatihan," ujar Amir, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, masyarakat tidak menuntut perlakuan istimewa, tetapi berharap adanya keberpihakan terhadap warga sekitar melalui program pelatihan keterampilan, sertifikasi, maupun rekrutmen yang lebih terbuka.
Ia menilai keberadaan investasi berskala besar seharusnya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah terdampak, terutama dalam menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda.
Persoalan minimnya serapan tenaga kerja lokal ini pun mulai menjadi perhatian publik. Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak perusahaan dapat membangun sinergi agar masyarakat sekitar tidak hanya menjadi penonton di tengah hadirnya investasi bernilai triliunan rupiah.
Program pelatihan vokasi dan peningkatan kompetensi dinilai menjadi salah satu solusi agar warga lokal memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri otomotif modern seperti BYD.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BYD terkait jumlah tenaga kerja lokal yang telah direkrut maupun program peningkatan kompetensi bagi masyarakat di sekitar kawasan pabrik.



