![]() |
| Anggota Komisi A DPRD Ciamis Mohammad Ijudin berpose bersama usai menggelar Reses. |
inijabar.com, Ciamis- Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ciamis dari Partai Golkar, Mohamad Ijudin, memanfaatkan kegiatan reses masa sidang tahun berjalan bukan hanya untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga memberikan edukasi terkait literasi keuangan dengan menggandeng Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya.
Kegiatan yang digelar di Aula Desa Kertabumi pada Selasa 1 September 2026 itu dihadiri perwakilan OJK Tasikmalaya, kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan warga yang antusias mengikuti sosialisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Ijudin menjelaskan bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang menghadapi tantangan serius akibat rendahnya daya beli. Karena itu, masyarakat didorong untuk lebih produktif dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.
"Saya menyosialisasikan perkembangan pembangunan di Kabupaten Ciamis sekaligus mengedukasi masyarakat agar tetap hidup produktif di tengah kondisi ekonomi yang memang cukup sulit. Daya beli masyarakat saat ini sedang rendah," ujar Mohammad Ijudin.
Menurutnya, masyarakat perlu didorong agar mampu mengurangi beban pengeluaran melalui aktivitas produktif yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
"Kita mengedukasi bagaimana memanfaatkan segala potensi yang ada di lingkungan menjadi sesuatu yang produktif, paling tidak bisa mengurangi beban pengeluaran keluarga," katanya.
Pinjol, Bang Emok, dan Judol Jadi Keluhan Warga
Dalam dialog bersama masyarakat, Ijudin mengungkapkan banyak warga mengeluhkan persoalan keuangan yang semakin kompleks. Mulai dari maraknya praktik bank emok, pinjaman online (pinjol), hingga judi online (judol) yang dinilai semakin meresahkan.
Aspirasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan menghadirkan OJK Tasikmalaya agar masyarakat memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat.
"Keluhan masyarakat saat ini berkaitan dengan rendahnya daya beli dan berbagai persoalan keuangan seperti bank emok, pinjol, hingga judol yang semakin merebak. Karena itu kami menghadirkan OJK agar masyarakat mendapatkan edukasi bagaimana mengelola keuangan secara bijak dan tidak mudah tergiur tawaran yang merugikan," jelasnya.
Ia berharap edukasi tersebut mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat sehingga lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial.
"Harapan saya masyarakat ke depan memiliki pemahaman yang baik tentang pengelolaan keuangan keluarga secara bijak," tambahnya.
Soroti Ketahanan Keluarga dan Tingginya Angka Perceraian
Selain persoalan ekonomi, Mohammad Ijudin juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat, seperti tingginya angka perceraian dan kenakalan remaja.
Menurutnya, persoalan tersebut harus ditangani secara bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui penguatan ketahanan keluarga.
"Persoalan seperti perceraian, kenakalan remaja dan lainnya harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap ke depan ada edukasi berkelanjutan dari pemerintah bersama masyarakat terkait penyelenggaraan ketahanan keluarga," ujarnya.
Ia menilai konseling keluarga dan pendidikan pranikah perlu diperkuat sebagai upaya menekan angka perceraian yang masih tinggi di Kabupaten Ciamis.
"Saya berharap masyarakat dapat mendidik anak-anak dengan baik, menekan angka perceraian melalui konseling keluarga serta pendidikan pernikahan, karena tingkat perceraian di Kabupaten Ciamis saat ini cukup tinggi," pungkasnya.(diki)



