Santri Ampuh Berkumpul, Pesan Muhasabah Ang Icep Jadi Sorotan

Redaktur author photo
Para santri Ampuh saat berpose bersama


inijabar.com, Ciamis- Kebersamaan para tokoh sepuh yang tergabung dalam Santri Ampuh (Amengan Sepuh) kembali menjadi sorotan. Dalam suasana penuh kekeluargaan di Gedung Serbaguna Terpadu Nadwatul Ummah, Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Jumat (11/9/2026).

Para sesepuh tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga mengajak masyarakat menjadikan setiap musibah sebagai momentum memperbaiki diri.

Kegiatan yang dihadiri para tokoh masyarakat Ciamis, anggota Santri Ampuh (Amengan Sepuh), serta Forum Jurnalis Galuh itu diawali dengan pengajian rutin Jumat Subuh. Selanjutnya, rombongan menggelar doa bersama di kompleks makam pendiri Pondok Pesantren Darussalam, almarhum KH. Irfan Hielmy.

Dalam kesempatan tersebut, Fadlil Yani Ainusyamsi atau yang akrab disapa Ang Icep menyampaikan tausiyah bertajuk "Muhasabah Lewat Musibah". Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya memandang musibah sebagai peristiwa yang menghadirkan kesedihan, tetapi juga sebagai pengingat untuk introspeksi diri dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.

Menurut Ang Icep, Islam mengajarkan umatnya menghadapi setiap ujian dengan kesabaran, ikhtiar, dan memperbanyak istighfar. Musibah dapat menjadi sarana evaluasi diri, penggugur dosa, sekaligus jalan untuk meningkatkan keimanan.

Ia juga mengutip kandungan Surat Nuh ayat 10-12, yang berisi ajakan Nabi Nuh AS kepada kaumnya agar memperbanyak istighfar. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT menjanjikan ampunan, menurunkan hujan yang lebat, serta memberikan keberkahan berupa harta dan keturunan bagi hamba-Nya yang memohon ampun.

"Pesan ini mengajarkan bahwa istighfar bukan hanya permohonan ampun atas dosa, tetapi juga bagian dari ikhtiar spiritual untuk meraih keberkahan dan kemudahan hidup," ungkapnya.

Suasana khidmat tampak menyelimuti seluruh rangkaian acara. Para tokoh lansia terlihat khusyuk memanjatkan doa demi keberkahan pesantren, keselamatan para santri, dan kemaslahatan umat.

Salah seorang tokoh Santri Ampuh (Amengan Sepuh) menegaskan bahwa silaturahmi para sesepuh harus terus dijaga sebagai warisan nilai luhur.

"Kami ingin menjaga tradisi silaturahmi. Lansia tetap harus produktif, memberi doa, dan menjadi teladan bagi generasi muda. Pesantren adalah rumah kita bersama," ujarnya.

Pihak Pondok Pesantren Darussalam menyambut baik kehadiran para tokoh lansia tersebut. Pesantren berharap sinergi bersama Santri Ampuh (Amengan Sepuh) dapat terus terjalin dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Pertemuan ini menjadi bukti bahwa peran para sesepuh tidak berhenti pada usia. Melalui doa, nasihat, dan keteladanan, mereka terus memberikan kontribusi dalam menjaga tradisi keislaman sekaligus memperkuat persatuan umat di Kabupaten Ciamis.(edo)

Share:
Komentar

Berita Terkini