![]() |
| Ilustrasi |
inijabar.com, Kota Bekasi- Cuaca panas kembali menyelimuti Kota Bekasi. Pada siang hari, suhu udara diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius, membuat aktivitas masyarakat terasa lebih melelahkan akibat sengatan matahari yang cukup terik.
Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa suhu tersebut masih tergolong normal untuk wilayah Bekasi dan belum termasuk kategori cuaca ekstrem.
Suhu Bekasi 34 Derajat Masih dalam Batas Wajar
Berdasarkan penjelasan BMKG, suhu maksimum sekitar 34°C masih berada dalam kisaran yang umum terjadi pada musim kemarau di wilayah Bekasi.
Sebagai perbandingan, rekor suhu tertinggi yang pernah tercatat di Kota Bekasi mencapai 38,9 derajat Celsius pada 17 Oktober 2023, berdasarkan data reanalisis iklim ERA5.
Secara historis, tren suhu di Bekasi memang mengalami peningkatan dalam beberapa dekade terakhir. Rata-rata suhu harian naik dari sekitar 26,0°C pada 1940 menjadi 27,6°C pada 2026, atau meningkat sekitar 1,6°C dalam kurun waktu 87 tahun.
Penyebab Cuaca Bekasi Terasa Lebih Gerah
BMKG menjelaskan, cuaca terasa lebih panas karena posisi kulminasi matahari yang melintas tepat di atas Pulau Jawa bertepatan dengan musim kemarau.
Kondisi tersebut menyebabkan:
1. Intensitas sinar matahari lebih kuat.
2. Tutupan awan semakin sedikit.
3. Kelembapan udara menurun.
4. Sensasi panas atau gerah meningkat, terutama pada siang hingga sore hari.
Fenomena ini tidak hanya dirasakan di Bekasi, tetapi juga di sejumlah wilayah Jabodetabek lainnya.
BMKG Prediksi Cuaca Gerah Berlanjut
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, memperkirakan kondisi gerah masih akan berlangsung hingga akhir September.
Bahkan, suhu berpotensi meningkat kembali menjelang akhir September hingga Oktober ketika posisi matahari kembali melintas tepat di atas Pulau Jawa.
Imbauan BMKG untuk Warga Bekasi
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan selama cuaca panas dengan cara:
-Memperbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi.
-Menggunakan topi, payung, atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.
-Mengurangi aktivitas berat pada siang hari.
-Tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan karena dapat memperburuk kualitas udara saat musim kemarau.
Meski suhu udara di Bekasi mencapai 34 derajat Celsius dan terasa menyengat, BMKG memastikan kondisi tersebut masih dalam kategori normal. Namun masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas, terutama risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, dan penurunan kualitas udara selama musim kemarau.(ikhsan)



