![]() |
| Proyek pembangunan JPO Stasiun Bekasi yang kembali molor. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Komitmen Pemerintah Kota Bekasi, dalam menuntaskan proyek infrastruktur penunjang transportasi publik kembali dipertanyakan.
Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Bekasi di Jalan Ir. H. Juanda, yang berulang kali dijanjikan rampung mulai dari target Juni hingga bergeser ke September 2026, kini dipastikan molor lagi hingga akhir tahun.
Meskipun progres pekerjaan fisik diklaim sudah menyentuh angka 80 persen, penyelesaian akses pejalan kaki tersebut tersendat masalah penyesuaian teknis dan izin konektivitas langsung menuju area dalam Stasiun Bekasi.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengakui ketidakmampuan pihaknya memenuhi tenggat waktu penyelesaian pada September ini.
"Kita nggak yakin (bulan ini). Kita target paling lama akhir tahun," ujar Idi saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).
Idi berkali-kali berdalih, bahwa pekerjaan fisik utama di lapangan sebenarnya sudah memasuki tahap akhir (finishing). Namun, penyesuaian teknis pada bagian interior dan skema penyambungan JPO agar presisi dengan bagunan Stasiun Bekasi, memerlukan pembahasan lintas instansi.
Pihak BMSDA Kota Bekasi bahkan baru mengajukan surat permohonan koordinasi kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub), untuk membahas koneksi jalur penyeberangan tersebut pada hari yang sama.
"Kemarin kita sudah mengajukan surat permohonan untuk koneksi ke stasiun. Hari ini dirapatkan dengan Kementerian Perhubungan," tutur Idi.
Ia menekankan, bahwa ketepatan titik sambung menjadi faktor krusial, sehingga penyelesaian proyek tidak bisa dipaksakan tanpa persetujuan regulator transportasi nasional.
"Sudah 80 persen. Tinggal finishing di dalam. Kita harus pas, karena hari ini menunggu hasil rapat dengan Kementerian Perhubungan," katanya menambahkan.
Selain penyesuaian infrastruktur dasar, JPO Stasiun Bekasi ini rencananya juga bakal dilengkapi fasilitas lift guna menunjang aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.
Namun, penambahan fitur keselamatan ini berbanding lurus dengan makin panjangnya daftar kemunduran jadwal pengerjaan.
Molornya proyek yang berulang kali terjadi ini, memaksa ribuan pengguna jasa kereta api dan pejalan kaki harus lebih lama menanggung risiko keselamatan, saat menyeberang di tengah padatnya arus lalu lintas Jalan Ir. H. Juanda.
Kini, publik Bekasi hanya bisa menagih janji tenggat baru Pemkot Bekasi yang mengulur target hingga akhir Desember 2026.
Perlu diketahui, proyek JPO Stasiun Bekasi sejatinya telah mengalami serangkaian penundaan sepanjang tahun 2026. Mulanya, BMSDA memasang target rampung pada akhir Juni 2026.
Namun, target tersebut terus meleset dengan berbagai alibi, mulai dari penghentian sementara saat arus mudik Lebaran, fluktuasi nilai tukar dolar, hingga kini terkendala koordinasi perizinan teknis dengan Kemenhub. (Pandu)



