Terkait Isu ATM Tertelan di Ciwidey Bandung, Pihak BNI Angkat Bicara

Redaktur author photo
Ilustrasi

inijabar.com, Kabupaten Bandung - Terkait gugatan perdata yang diajukan salah satu nasabahnya di Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung soal sejumlah transaksi pada rekening nasabah yang diketahui setelah kartu debit miliknya tertelan di mesin ATM yang dikelola penyedia non-BNI.

Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia atau BNI (Persero) Tbk, Okki Rushartomo mengatakan pihaknya (BNI) menghargai hak nasabah dalam menempuh upaya hukum dan menghormati proses persidangan yang saat ini tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Bale Bandung.

Okki menyatakan, BNI tetap melakukan penanganan atas pengaduan yang disampaikan nasabah. Menurutnya, sejak laporan diterima pada 15 April 2026, perseroan telah menjalankan proses tindak lanjut sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SOP) dan ketentuan yang berlaku, termasuk melakukan penelusuran atas transaksi yang dipermasalahkan. 

"BNI telah memberikan penjelasan dan tanggapan resmi kepada nasabah maupun kuasa hukumnya atas transaksi yang dipermasalahkan selama proses penanganan pengaduan," ujar Okki dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/9/2026).

Dalam penanganan perkara tersebut, lanjut Okki, bahwa BNI juga telah mencermati kendala pada kartu debit yang terjadi di mesin ATM yang dikelola penyedia non-BNI dan berada di luar Kantor Cabang BNI Ciwidey. Nasabah kemudian mendatangi kantor cabang untuk melaporkan kejadian tersebut.

Menurut Okki, hal itu menunjukkan pentingnya pengawasan dan pengamanan yang memadai pada seluruh ekosistem layanan ATM, baik terhadap perangkat maupun area tempat mesin ATM beroperasi.

"Pengawasan dan pengamanan yang memadai menjadi penting, untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan maupun tindakan pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat merugikan masyarakat," terang dia.

Selain pengamanan dari sisi penyedia dan pengelola layanan, pihak BNI juga mengingatkan nasabah untuk segera menghubungi kanal resmi BNI yang tersedia 24 jam. Guna memperoleh penanganan awal apabila mengalami kendala pada kartu atau mesin ATM. Nasabah juga diimbau untuk tidak mengikuti arahan pihak yang tidak dikenal serta tetap menjaga kerahasiaan data perbankan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan yang perlu dilakukan bersama untuk menjaga keamanan transaksi perbankan. Namun kendati demikian, terkait penyebab dan tanggung jawab atas transaksi yang saat ini dipermasalahkan, BNI menyerahkan proses pembuktiannya kepada mekanisme hukum yang tengah berjalan.

"Kami menghormati proses pembuktian yang sedang berlangsung dan akan mengikuti proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku," tandasnya.

Pihak BNI berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan dan pelayanan yang optimal kepada nasabah serta menangani setiap pengaduan melalui mekanisme yang berlaku. (Risky)

Share:
Komentar

Berita Terkini