![]() |
| Wakil Ketua DPRD Depok saat berada di kediaman salah satu jurnalis korban hilang di perairan Anak Gunung Krakatau |
inijabar.com, Depok - Kabar mengenai keberadaan Pewarta Foto senior dari kantor media Merdeka.com, Arie Basuki yang akrab disapa Arbas masih dinanti keluarga. Arbas dilaporkan hilang kontak di kawasan perairan Selat Sunda Krakatau saat tengah menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), di Banten.
Di tengah penantian itu, sang istri, Sri Damayanti mendapat kunjungan dari Wakil Ketua DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Yuni Indriany.
Kedatangan Yuni Indriany sontak membuat keluarga terkejut karena tanpa pemberitahuan sebelumnya. Dia menemui sang istri Pewarta Foto senior itu, Sri Damayanti dan keluarga di kediamannya, kawasan Komplek Perumahan Palem Ganda Asri Limo, Jalan Kijang 2 blok B5 no 6, Limo, Kota Depok, Selasa (22/9/2026).
Kedatangannya tersebut untuk melihat kondisi keluarga sekaligus menyampaikan dukungan moril di tengah proses pencarian Arbas yang hingga saat ini belum juga mendapatkan kepastian kabar.
“Saya melihat sendiri bagaimana Bu Yanti tetap tegar. Dalam situasi seperti ini, tentu tidak mudah bagi seorang istri menunggu kabar suaminya tanpa kepastian. Itu yang membuat saya tergerak untuk datang dan memberikan dukungan,” ujar Yuni Indriany usai berkunjung ke kediaman Arbas.
Yuni menyampaikan bahwa dukungan moral dibutuhkan keluarga selama belum ada kepastian mengenai keberadaan Arbas. Dia juga mengajak berbagai pihak untuk terus memanjatkan doa keselamatan bagi keluarga dan berharap Arbas segera ditemukan dan kembali dengan selamat.
“Dalam kondisi seperti ini, yang dibutuhkan keluarga bukan hanya informasi, tetapi juga dukungan, doa, dan kekuatan. Kita sama-sama berharap Bang Arbas segera ditemukan dan keluarga diberikan ketabahan,” kata dia.
Sekitar tiga tahun terakhir, keluarga Arbas menetap di kawasan Limo, Kota Depok. Setelah sebelumnya tinggal di wilayah Tangerang Selatan.
Kedatangan Yuni mengejutkan istri Arie Basuki, Sri Damayanti, karena tidak didahului pemberitahuan. Baginya, kedatangan Wakil Ketua DPRD Kota Depok itu merupakan kehormatan dan mengaku bersyukur mendapat perhatian di tengah situasi yang dihadapi keluarga saat ini.
“Saya sangat terkejut dan bersyukur ya atas kedatangan Ibu dan Bapak yang datang tanpa ada konfirmasi sebelumnya. Dalam kondisi seperti ini, perhatian yang diberikan kepada kami merupakan sesuatu yang luar biasa dan sangat berarti bagi saya,” ungkap Yanti yang akrab disapa.
Ibu dari dua anak pria itu melihat kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap profesi jurnalistik yang telah dijalani suaminya selama puluhan tahun lamanya. Di balik tugas seorang pewarta foto di lapangan, kata dia, terdapat keluarga yang ikut menunggu dan merasakan setiap keadaan.
“Bagi saya, kepedulian Ibu Yuni merupakan bentuk penghargaan terhadap profesi jurnalis. Di balik tugas seorang pewarta foto, ada keluarga yang selalu menunggu dan ikut merasakan setiap keadaan. Apalagi, kami tinggal yang bukan di wilayah yang menjadi dapil beliau. Jadi, ketika beliau datang langsung menemui kami, tentu perhatian itu sangat berarti bagi saya,” jelas Yanti.
Doa bersama memohon keselamatan turut mewarnai pertemuan tersebut. Pada kesempatan itu Yuni pun kemudian tak lupa menyerahkan tali kasih kepada keluarga Arbas.
Kunjungan itu, lanjut Yanti, menjadi penguatan untuk menjalani masa penantian. Dia tetap berharap suami tercintanya, Arbas dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
“Kedatangan beliau memberikan penguatan kepada saya agar tetap sabar, ikhlas, dan tidak berhenti berdoa. Kami memang belum menemukan jejak keberadaan Arbas, sehingga harapan itu masih tetap ada. Kami terus berdoa kepada Allah untuk keselamatan Arbas,” tuturnya.
Tak lupa Yanti juga mengapresiasi pemerintah dan seluruh pihak termasuk Tim SAR gabungan yang sudah terlibat selama proses pencarian. Dia memahami bahwa pencarian memiliki keterbatasan ketika belum terdapat petunjuk mengenai keberadaan Arbas.
“Kalau sampai jejaknya belum ditemukan, saya memahami bahwa itu berada di luar kuasa manusia. Saya sangat menghargai seluruh upaya dan perhatian yang sudah diberikan kepada keluarga kami,” katanya.
Proses pencarian Arbas sebelumnya telah memasuki hari kesembilan sebelum akhirnya dihentikan sementara. Bagi keluarga, penghentian sementara pencarian tidak serta-merta menghapus harapan untuk mendapatkan kabar mengenai keberadaannya.
Di tengah penantian itu, setelah sepulang dari Selat Sunda mengikuti proses pencarian. Yanti mengaku pernah dihadiri suaminya, Arbas di dalam mimpinya, pengalaman itu lah membekas dalam ingatannya. Namun, dia tetap memandangnya sebagai pengalaman pribadi dan tidak menjadikannya sebagai kepastian mengenai keberadaan suaminya.
“Didalam mimpinya itu, intinya suami (Arbas) hanya berpesan agar selalu memanjatkan doa untuk keselamatan. Doa memohon keselamatan, hanya itu saja yang saya ingat,” katanya.
Yanti pun mengatakan dirinya beserta keluarga dan kerabat belum ingin melaksanakan salat gaib maupun tahlil. Karena masih menunggu kepastian mengenai keberadaan Arbas. Dia memilih terus memanjatkan doa keselamatan.
“Sebagai manusia dan seorang muslim, saya percaya bahwa apa pun yang Allah takdirkan, itulah yang terbaik untuk saya, Arbas, anak-anak dan keluarga. Walaupun sampai saat ini belum ditemukan jejak apa pun, hati kecil saya masih percaya bahwa Arbas masih ada. Saya hanya belum tahu di mana keberadaannya. Saya tidak melakukan salat gaib maupun tahlil, tetapi tetap terus memanjatkan doa keselamatan sesuai dengan yang saya rasakan dalam hati,” ujar Yanti.
Kini, Yanti masih menunggu kabar mengenai suaminya. Dia berharap perhatian dan doa dari berbagai pihak tetap menyertai keluarganya sampai ada kepastian mengenai keberadaan Arbas.
“Di tengah semua yang kami hadapi, saya hanya ingin berterima kasih kepada siapa pun yang masih mengingat, mendoakan, dan memberikan perhatian kepada Arbas dan keluarga kami. Bagi kami, itu sangat berarti,” pungkasnya. (Risky)



