![]() |
| Kegiatan outing class pelajar SMPN 11 ke Pasar Baru Bekasi |
inijabar.com, Kota Bekasi - Pemandangan tak biasa terlihat di kawasan Pasar Wisma Jaya, Bekasi Timur. Ratusan siswa dari SMP Negeri 11 Kota Bekasi, mendatangi pasar tradisional tersebut bukan sekadar untuk jalan-jalan, melainkan menjalankan misi pembelajaran luar kelas (outing class) sekaligus belanja produk lokal.
Aksi para pelajar ini, merupakan wujud nyata implementasi program Gerakan Cinta Edukasi Produk Pasar Tradisional, yang digagas oleh Pemerintah Kota Bekasi.
Melalui kegiatan ini, generasi muda didorong untuk mengenal lebih dekat dinamika ekonomi kerakyatan, berinteraksi langsung dengan para pedagang, hingga mempraktikkan keterampilan berbelanja secara mandiri.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi, Ika Indah Yarti, yang hadir mendampingi Kepala Bidang Pasar, Yudhistira, menyampaikan bahwa program edukasi pasar tradisional ini telah berjalan secara berkala di sejumlah pasar di wilayah Kota Bekasi.
"Kegiatan ini sebelumnya sudah dilakukan di Pasar Seroja Harapan Jaya dan beberapa SMP negeri lainnya di Pasar Baru. Jadi program ini sudah berjalan dan saya yakin ke depannya akan terus berlanjut. Mudah-mudahan berjalan baik dan anak-anak merasa senang," ujar Ika di lokasi, Jumat (30/10/2026).
Ika menilai, konsep outing class di pasar tradisional, memberikan suasana belajar yang unik dan menyegarkan bagi para siswa. Menurutnya, menanamkan rasa cinta terhadap produk lokal serta pasar rakyat sejak jenjang SMP, akan membentuk karakter generasi muda yang lebih menghargai ekonomi daerah.
"Selain sebagai sarana refreshing bagi siswa, outing class di pasar ini terbilang unik dan lain daripada yang lain, tetapi sangat bermakna. Jika dididik sejak jenjang SMP, insyaallah ke depannya akan lebih bagus," jelasnya.
Ika membeberkan, sejumlah dampak positif (output) yang diperoleh para siswa dari pengalaman belajar langsung di lapangan. Selain mengenal suasana dan interaksi sosial di pasar, kegiatan ini dirancang untuk melatih kemandirian, kejujuran, serta kejelian siswa dalam bertransaksi.
"Output-nya, anak-anak sejak usia dini lebih mengenal pasar tradisional dan interaksi langsung dengan pedagang. Mereka juga diajarkan lebih mandiri, punya tanggung jawab terhadap belanjaan, bersikap jujur, bisa membandingkan harga, hingga belajar cara menawar barang," pungkas Ika. (Pandu)

