![]() |
| Bupati Indramayu Licky Hakim |
inijabar.com, Indramayu – Bupati Indramayu Lucky Hakim memastikan megaproyek Giant Sea Wall (GSW) atau Tanggul Laut Raksasa di wilayah Kabupaten Indramayu akan mulai dibangun pada tahun 2028. Proyek yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) itu diyakini akan membawa dampak besar bagi perekonomian daerah.
Kepastian tersebut disampaikan Lucky Hakim saat memberikan sambutan pada pembukaan Indramayu Expo, Kamis (9/10/2026) malam.
Menurut Lucky, proyek tersebut merupakan program pemerintah pusat yang dikelola Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura). Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah menetapkan Indramayu sebagai salah satu wilayah prioritas pembangunan.
"2028 insya Allah sudah mulai dibangun. Apresiasi untuk Badan Otorita Pantura karena itu project-nya pusat," ujar Lucky.
Lucky menjelaskan, pembangunan Giant Sea Wall di Indramayu akan membentang dari Kecamatan Sukra di bagian barat hingga Kecamatan Krangkeng di bagian timur.
"Kurang lebih lebarnya 35 meter, kedalamannya sekitar 160 meter, dengan panjang mencapai sekitar 100 kilometer. Itu proyek yang sangat besar dan sangat mahal," katanya.
Proyek Giant Sea Wall merupakan bagian dari pembangunan tanggul laut sepanjang sekitar 575 kilometer yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur. Tujuannya untuk melindungi kawasan pesisir Pantai Utara Jawa dari ancaman banjir rob, abrasi, dan penurunan muka tanah.
Di Jawa Barat, selain Indramayu, proyek ini juga akan dibangun di wilayah Bekasi, Karawang, dan Subang.
Ribuan Lapangan Kerja Menanti
Lucky Hakim menilai pembangunan Giant Sea Wall akan membuka peluang ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat Indramayu. Ribuan tenaga kerja diperkirakan akan terlibat, mulai dari insinyur, tenaga teknik, penyedia jasa, hingga pekerja lapangan.
Karena itu, ia meminta masyarakat dan pelaku usaha lokal mempersiapkan diri agar tidak hanya menjadi penonton.
"Ini kesempatan buat para pengusaha. Akan datang ribuan orang yang bekerja sebagai insinyur, engineering, penyedia jasa sampai pekerjanya," katanya.
Lucky mengakui tidak semua masyarakat bisa langsung bekerja di proyek tersebut karena ada persyaratan usia dan kompetensi teknis. Namun, ia optimistis perputaran ekonomi dari aktivitas proyek akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
"Yang penting Indramayu harus berperan aktif. Jangan cuma jadi penonton. Menjadi buruh itu halal, tapi harapan saya masyarakat bisa naik kelas dan mengambil peluang usaha yang lebih besar," tegasnya.
Dengan dimulainya pembangunan pada 2028, Giant Sea Wall diproyeksikan menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar di Pantai Utara Jawa sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi Kabupaten Indramayu.




