Tembakau Tarisi Pangandaran Diburu, Harganya Tembus Rp28 Ribu per Kg

Redaktur author photo
Proses penjemuran tembakau tarisi khas Pangandaran

inijabar.com, Pangandaran – Tembakau Tarisi asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, semakin menunjukkan daya tariknya sebagai komoditas pertanian unggulan. Di tengah pasokan yang terbatas, harga tembakau khas ini menembus Rp28.000 per kilogram, sehingga menjadi incaran para pembeli dari berbagai daerah.

Permintaan terhadap tembakau Tarisi tidak hanya datang dari wilayah Pangandaran, tetapi juga merambah hingga Cilacap dan sejumlah daerah di Jawa Tengah. Tingginya minat pasar membuat hasil panen para petani nyaris selalu terserap.

Di Dusun Maruyungsari, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, budidaya tembakau Tarisi telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini terus dijaga sebagai bagian dari identitas sekaligus sumber penghidupan masyarakat setempat.

Saat ini terdapat sekitar 32 petani yang mengelola tanaman tembakau Tarisi di lahan seluas 15 hektare. Dengan harga jual mencapai Rp28.000 per kilogram, komoditas ini mampu memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan bagi para petani.

Meski demikian, produksi tembakau Tarisi belum mampu memenuhi tingginya kebutuhan pasar. Faktor cuaca, musim tanam, dan keterbatasan lahan menjadi tantangan utama yang membuat pasokan belum stabil sepanjang tahun.

Kondisi tersebut justru membuat nilai jual tembakau Tarisi tetap tinggi. Selama stok terbatas, harga komoditas ini cenderung bertahan di level yang menguntungkan petani.

Bagi masyarakat Maruyungsari, menanam tembakau Tarisi bukan sekadar mencari keuntungan ekonomi. Budidaya ini juga menjadi upaya melestarikan warisan pertanian leluhur yang telah bertahan dari generasi ke generasi.

Dengan pasar yang terus berkembang dan permintaan yang tinggi, tembakau Tarisi memiliki potensi besar menjadi salah satu komoditas andalan Kabupaten Pangandaran. 

Dukungan pengembangan budidaya, perluasan lahan, dan peningkatan produktivitas dinilai akan semakin memperkuat daya saing tembakau khas ini di masa depan.

Share:
Komentar

Berita Terkini