![]() |
| AHY (baju kotak-kotak) dan Wali Kota Bekasi saat berfoto bersama warga di lokasi peninjauan |
inijabar.com, Kota Bekasi - Persoalan kemacetan kronis dan ancaman keselamatan di perlintasan sebidang kereta api Bulak Kapal, kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Guna memastikan percepatan penanganan salah satu titik kemacetan terparah di Kota Bekasi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), turun langsung meninjau lokasi rencana pembangunan Flyover Bulak Kapal, Jumat (30/10/2026).
Didampingi Wali Kota Bekasi beserta jajaran terkait, AHY melihat secara dekat tingginya intensitas lalu lintas kendaraan yang kerap tersendat oleh perlintasan kereta api. Ia menegaskan, keberadaan flyover sudah sangat mendesak demi menjamin keselamatan pengguna jalan, sekaligus mendongkrak efisiensi mobilitas warga.
"Ini harus segera kita bangun karena memang sangat dibutuhkan oleh warga untuk keselamatan, untuk produktivitas ekonomi, dan untuk kenyamanan kita semuanya," kata AHY saat ditemui di lokasi peninjauan, Jumat (30/10/2026).
Pembangunan struktur jalan layang sepanjang 500 meter ini, direalisasikan melalui skema kolaborasi anggaran antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
Pemkot Bekasi sendiri mengemban tanggung jawab dalam pembebasan lahan, dengan alokasi anggaran mencapai kurang lebih Rp126 miliar. Sementara itu, pengerjaan konstruksi fisik diperkirakan menelan biaya sekitar Rp186 miliar melalui kementerian teknis.
"Anggaran yang sudah dialokasikan untuk pembebasan lahan ini menjadi tanggung jawab Bapak Wali Kota beserta jajaran Pemerintah Kota Bekasi, kurang lebih Rp126 miliar. Sedangkan untuk pembangunan flyover sendiri dikalkulasi sekitar Rp186 miliar," ujar AHY.
Terkait progres lahan, AHY membeberkan bahwa dari total 76 bidang tanah yang dibutuhkan, sebanyak 40 bidang di antaranya sudah berstatus clear and clean.
"Adapun sisa lebih dari 30 bidang tanah lainnya, saat ini masih berada dalam proses tahap penyelesaian pembayaran. Targetnya seluruh proses ganti rugi dan pembebasan lahan, bisa rampung sepenuhnya pada November 2026," pungkasnya.
Dengan tuntasnya urusan lahan tepat waktu, pengerjaan fisik Flyover Bulak Kapal dapat segera dimulai tanpa hambatan, sehingga dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Kota Bekasi. (Pandu)

