![]() |
| Foto Ilustrasi |
inijabar,com. Garut – Pengelolaan anggaran Dana Desa untuk program ketahanan pangan budidaya ikan lele di Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, menuai sorotan tajam dari masyarakat setempat.
Program dengan alokasi anggaran lebih dari Rp12 juta tersebut dipertanyakan transparansinya, terutama terkait peran Forum Rukun Warga (RW) yang disebut-sebut mengelola anggaran tersebut.
Sorotan itu datang dari seorang warga Desa Keresek berinisial U. Menurutnya, forum ketua RW diduga mulai tidak sejalan dengan Kepala Desa Keresek dalam pengelolaan program ketahanan pangan.
"Menurut saya forum ketua RW diduga mulai tidak sejalan dengan kepala desa Keresek. Ketahanan pangan seharusnya jangan diberikan penuh ke ketua RW, harusnya dikasihkan bantuan tersebut kepada masyarakat sepenuhnya biar berkembang," ujar U kepada media inijabar, Minggu (11/10/2026).
Dia mengingatkan, saat ini program ketahanan pangan tengah menjadi sorotan Gubernur Jawa Barat karena banyak yang tidak jelas peruntukannya.
"Apalagi kan sekarang program ketahanan pangan disorot oleh Gubernur Jabar, uang program ketahanan uangnya hilang dan tidak ada kejelasannya," katanya.
Ia menegaskan, jangan sampai anggaran ketahanan pangan tahun 2026 di Desa Keresek bernasib sama, hilang dan tidak berkembang, bahkan bangkrut.
"Jangan sampai anggaran ketahanan pangan 2026 ini hilang dan tidak jelas, harusnya berkembang jangan sampai bangkrut. Kalau sampai bangkrut saya selaku masyarakat Desa Keresek akan melakukan pelaporan karena ini menyangkut uang negara," tegasnya.
U bahkan mengancam akan melaporkan persoalan ini hingga ke Gubernur Jawa Barat dan mendatangi Lembur Pakuan di Subang jika pemerintah desa tidak jujur mengelola keuangan desa.
"Saya ingatkan kepada Pemerintah Desa Keresek, uang anggaran negara jangan sampai dibikin bercanda apalagi tidak jelas, karena kalau terus tidak jelas Desa Keresek tidak akan maju. Dan saya pun akan melaporkannya kepada Pak Gubernur dan akan datang ke Lembur Pakuan Subang jikalau Pemerintah Desa Keresek tidak jujur," ancamnya.
Ia meminta siapapun yang memegang dan mengelola anggaran ketahanan pangan budidaya lele tersebut harus jujur dan berkelanjutan.
"Saya juga ingatkan siapapun yang memegang dan mengelola anggaran ketahanan pangan untuk budidaya ikan lele, saya minta jujur dan harus berkelanjutan dan jangan sampai bangkrut, ingat itu uang negara bukan uang segelintir orang saja," pungkasnya(ujang)




