![]() |
| Para atlit Proprov Jabar 2026. |
inijabar.com, Kota Bogor – Sejumlah atlet, pelatih, dan official kontingen Kota Bekasi mengeluhkan keterlambatan distribusi konsumsi makanan serta belum cairnya uang saku selama mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV 2026 di Kota Bogor.
Keluhan tersebut disampaikan oleh perwakilan dari sedikitnya 16 cabang olahraga (cabor) yang menginap di Valey Hotel pada Selasa (3/11/2026).
Persoalan keterlambatan makanan dinilai cukup mengganggu karena atlet membutuhkan asupan gizi tepat waktu untuk menjaga stamina dan mempercepat pemulihan fisik menjelang maupun setelah bertanding.
Menu konsumsi yang diterima kontingen berupa nasi kotak berisi nasi, potongan ayam, sayuran, satu buah pisang, dan air mineral kemasan kecil.
Tak hanya di penginapan, keterlambatan distribusi makanan juga dialami atlet cabang olahraga panahan yang sudah mulai bertanding di Stadion Pajajaran, Kota Bogor.
Diduga Mobil Pengangkut Makanan Mengalami Kecelakaan
Ketua Harian KONI Kota Bekasi, Agus Irianto, membenarkan adanya laporan keterlambatan distribusi konsumsi tersebut.
Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, keterlambatan diduga terjadi karena kendaraan yang membawa makanan mengalami kecelakaan.
"Mobilnya ada kecelakaan yang bawa makanan," ujar Agus Irianto seperti dikutip suarakarya.
Meski demikian, Agus mengaku masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab pasti keterlambatan tersebut.
"Saya konfirmasi ke wilayah, karena kita ada banyak wilayah. Saya belum monitor, baru kejadian kemarin. Ini akan saya evaluasi hari ini," katanya.
Menurut Agus, kebutuhan gizi atlet menjadi faktor penting yang harus dipenuhi selama berlangsungnya Porprov. Karena itu, keterlambatan distribusi konsumsi akan menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terjadi.
Uang Saku Atlet Belum Dicairkan
Selain persoalan konsumsi, atlet juga mempertanyakan belum diterimanya uang saku selama mengikuti Porprov XV Jawa Barat 2026.
Menanggapi hal itu, Agus menjelaskan bahwa pencairan uang saku memang belum dilakukan karena para atlet sebelumnya telah menerima dana pembinaan termin kedua.
"Memang belum dikasih karena kemarin baru menerima pembinaan termin kedua. Nanti pasti akan diberikan semuanya," ungkap Agus.
Ia menambahkan, penundaan pencairan juga dilakukan agar atlet tidak membawa uang tunai dalam jumlah besar selama berada di arena pertandingan maupun penginapan.
Menurutnya, seluruh kebutuhan utama atlet selama mengikuti Porprov tetap menjadi tanggung jawab KONI Kota Bekasi.
KONI Janji Evaluasi
KONI Kota Bekasi memastikan keluhan mengenai keterlambatan konsumsi maupun pencairan uang saku akan menjadi bahan evaluasi agar tidak mengganggu fokus atlet dalam mengejar prestasi.
Porprov XV Jawa Barat 2026 berlangsung pada 2 hingga 19 November 2026. Kota Bekasi mengirimkan 1.156 atlet yang bertanding di 67 cabang olahraga dengan target meraih prestasi terbaik pada pesta olahraga terbesar tingkat Provinsi Jawa Barat tersebut.


