![]() |
| Foto: Fave Hotel Subang |
inijabar.com, Subang – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong kerja sama antarpengelola hotel di wilayah Bandung dan Kabupaten Subang untuk meningkatkan tingkat hunian atau okupansi hotel.
Langkah tersebut dinilai penting agar limpahan wisatawan yang tidak mendapatkan kamar di Kota Bandung dapat diarahkan untuk menginap di daerah sekitarnya, termasuk Subang.
Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi saat mendorong penguatan sinergi industri jasa pariwisata antarwilayah di Kabupaten Subang, Rabu (4/11/2026).
Menurut Dedi, pemerataan kunjungan wisatawan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur jalan dan destinasi wisata. Konektivitas bisnis antarpelaku industri pariwisata juga harus diperkuat.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama antarpengelola hotel agar wisatawan yang kesulitan memperoleh kamar di Bandung bisa mendapatkan rekomendasi penginapan di daerah lain.
"Apabila okupansi hotel di Kota Bandung penuh, wisatawan bisa direkomendasikan untuk menginap di daerah sekitarnya," demikian penekanan Dedi Mulyadi.
Subang Berpeluang Ketiban Rezeki Wisatawan Bandung
Dedi menilai, kerja sama antarpelaku usaha perhotelan dapat menjadi salah satu strategi untuk menggerakkan ekonomi daerah.
Kabupaten Subang memiliki potensi yang dapat dikembangkan, terutama kawasan wisata Ciater yang selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata di Jawa Barat.
Selain Ciater, kawasan Subang Kota juga diharapkan ikut merasakan dampak positif dari meningkatnya arus kunjungan wisatawan.
Dengan adanya konektivitas antarpengelola hotel, wisatawan tidak harus membatalkan perjalanan hanya karena hotel di destinasi utama sudah penuh.
Sebaliknya, mereka dapat memperoleh alternatif penginapan di daerah lain yang masih memiliki ketersediaan kamar.
Bukan Sekadar Bangun Jalan dan Tempat Wisata
Penguatan sektor pariwisata Jawa Barat, menurut Dedi, perlu dilakukan secara terintegrasi.
Pembangunan akses jalan dan tempat rekreasi harus diikuti dengan kolaborasi bisnis agar manfaat ekonomi pariwisata tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah.
Sinergi perhotelan Bandung dan Subang diharapkan menciptakan pemerataan tingkat hunian hotel, membuka peluang usaha, serta meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Jika kolaborasi ini berjalan efektif, Subang berpeluang menjadi daerah penyangga pariwisata Bandung sekaligus menikmati limpahan wisatawan yang selama ini terkonsentrasi di kota besar.
Kini, tantangannya bukan hanya mendatangkan wisatawan ke Jawa Barat, tetapi bagaimana membagi peluang ekonominya agar daerah sekitar juga ikut menikmati manfaatnya.


