Waduh Gegara Cemburu, Pria Ini Bunuh Pacarnya

Redaktur author photo



INIJABAR.COM, BEKASI - Didasari cemburu dan kesal melihat kedekatan pacarnya dengan pemuda lain, membuat Bima Sodikin (25) gelap mata. Warga Kelurahan Jatibening Baru, Jalan Cemerlang, RT 06/02 Pondok Gede ini tega menghabisi nyawa Harwalis (21). Pembunuhan tersebut tergolong sadis dari hasil pemeriksaan terdapat 47 luka tusukan di tubuh korban.

Namun tak sampai dua jam, Polisi dari Polres Metro Bekasi Kota, berhasil mengamankan pelaku di kediamannya sekitar pukul 05.30 WIB, tanpa perlawanan. Pelaku sempat membersihkan ceceran darah korban dipakaiannya di Pompa Bensih di kawasan Jati Bening, dan membuang pisau yang digunakan untuk membunuh korban di Kali Cipendawa setelah melakukan penusukan.

Pembunuhan itu dilakukan, Jumat (27/7/2018), sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku terlebih telah merencanakan pembunuhan dengan mengintai korban di Gang Pojok  Warung di Jl. Cemerlang Jatibening Baru  disekitar tempat kos Puput (18), telah menjalin hubungan asmara selama 3 tahun  dengan pelaku. Bima menunggu sejak pukul 23.00 WIB,  kemudian pada pukul 03.00 WIB, korban melintas dengan membonceng Puput.

Tanpa pikir panjang, begitu melihat korban melintas di Gang Pojok Warung, pelaku langsung berlari menuju korban dengan menghunjamkan tusukan pisau dapurnya dibagian dada kroban sebanyak satu kali.

Korban sempat melakukan perlawanan dan turun dari motor , tetapi pelaku kembali menusuk punggung korban membabi buta. Tak sampai disitu pelaku juga menusuk bagian muka korban dibagian wajah sebanyak tiga tusukan. Saat pelaku tidak berdaya pelaku menusuk bokong korban sebelum pergi meninggalkan lokasi.

Dalam pengakuannya, Bima Sodikin, mengatakan tidak berniat membunuh, hanya untuk melukai atau membuat cacat korban. Ia mengakui hal itu dilakukan karena kesal dan cemburu kepada korban yang masih mendekati pacarnya meskipun telah diperingatkan melalui pesan singkat dan telpon.

“Saya sudah peringatkan korban, untuk tidak mendekati Puput, bahkan saya melalui pesan singkat pernah meminta korban bertemu, tetapi tidak diindahkan bahkan nomor hanphone saya di block. Saya tersinggung dan merasa tidak dihargai. Maka saya cari dan ajak berantem,”tutur Pelaku  Bima Sodikin kepada wartawan di Polsek Pondok Gede.

Sementar Kapolsek Pondok Gede, Kompol Suwari, SH, dalam keterangannya, Sabtu, (28/7/2018), mengatakan antara pelaku dan korban tidak saling kenal sebelumnya. Pelaku diketahui sebagai penjual Kue Samir di sekitaran Pondok Gede. Pisau yang digunakan pelaku untuk melakukan pembunuhan itu biasa dipakai untuk jualan Kue Samir.

Menurut Kompol Suwari, pekau kesal dan cemburu kepada korban yang diketahui sudah bekerja swasta, karena mendekati pacarnya bernama Puput. Pelaku imbuhnya mungkin masih mencintai kekasihnya itu tetapi sudah ada pemuda lain yang mendekatinya. Hubungan mereka memang masih renggang, tetapi belum ada kata putus.

“Antara pelaku dan Puput, sudah pacaran selama tiga tahun, dan empat hari terakhir hubungan mereka mulai renggang. Tetapi belum ada kata putus, Puput dan korban sudah terlihat dekat, sepertinya itu yang menjadi alas an korban melakukan pembunuhan. Ini adalah kasus Cinta Segi Tiga, antara Pelaku, Puput dan Korban”terang Kapolsek Pondok Gede.

Barang bukti yang diamankan dua unit motor Honda Beat milik korban dan pelaku pembunuhan, pakaian korban berupa satu potong sweater ungu, satu potong kaos lengan pendek warna biru tua, satu buah celana jeans dan satu bilah pisau dapur saat ini belum ditemukan. Pisau dapur imbuhnya dibuang pelaku di Kali Cipendawa dengan di lempar begitu saja. Sehingga polisi kesulitan untuk menemukannya.

Pelaku atas perbuatannya lanjut Suwari, dikenakan Perkara, Pembunuhan Berencana, sebagaimana dimaksud dalam pasa 340 KUHP Sub pasal  338 KUHP, dengan ancaman maksimal hukuman mati dan penjara hidup atau selama lamany  20 tahun penjara.(min)
Share:
Komentar

Berita Terkini