PAC Bekasi Timur Sebut Ada Aktor Intelektual Soal Gaduhnya DPC Gerindra

Redaktur author photo

INIJABAR.COM, Kota Bekasi-- Beredarnya Surat Keputusan (SK) pergantian pengurusan baru diinternal Partai Gerindra Kota Bekasi, secara massif melalui pesan Whatsaap, membuat gerah seluruh pengurus partai berlambang kepala Garuda.Selain menolak mereka juga meragukan keabsahan SK tersebut..

"Ini kok senang banget bikin gaduh, ditengah kami sedang bahagia karena baru saja mengantar Prabowo Subianto menjadi calon Presiden ke KPU. Sidah lah kami tahu aktor intelektual dari kegaduhan ini."ucap Nur Alamsyah, pengurus PAC Bekasi Timur. Jumat (10/8/2018).

Keraguan atas SK itu menimbang atas kerancuan tidak sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) Partai, yang menganut sistem pengkaderan. Pergantian pengurus baru di partai Gerindra tidak disebar melalui media sosial terlebih dulu melainkan melalui mekanisme pelantikan dan pengukuhan.

Ketua PAC Bekasi Selatan, Roy Oto, menanggapi beredarnya SK pengurusan baru Gerindra Kota Bekasi, menyatakan hal itu upaya penggembosan terhadap partai. Ia sendiri meragukan tandatanganan Ketua Umum Grindra Prabowo Subianto dalam SK tersebut.Guna memastikan SK itu Roy, mengaku akan segera menghadap ke DPP untuk menanyakan langsung perihal SK pergantian pengurusan di tubuh Gerindra Kota Bekasi.

"Ini diduga ada oknum DPP yang beramin dalam SK pergantian pengurusan DPC Gerindra Kota Bekasi, harus diusut. Bagaimana mungkin pengurus dalam SK itu hanya belasan. Sementara sesuai AD-ART Partai pengurus minimal ada 27 orang,"ucapnya mengaku sayang Gerindra yang telah ia besarkan sejak tahun 2008 lalu.

Sementara Ketua OKK PAC Gerindra Jati Asih, Affandi Ahmad, menambahkan SK pengurusan baru di DPC Gerindra Kota Bekasi itu membahayakan perjuangan akar rumput yang telah mati matian di lapangan dalam membesarkan partai. Apalagi imbuhnya saat ini menjelang Pileg dan Pilpres akan menurunkan semangat kader.

"Selama ini kami sudah berjuang, berkeringat untuk memenangkan Pileg dan Pilpres mendatang, tetapi tiba tiba dalam waktu yang sangat singkat, muncul pergantian pengurus baru yang menyebar melalui jejaring sosial, dengan perubahan sangat drastis ditubuh partai Gerindra. Ini membahayakan, jadi sangat diharapkan pusat segera mengambil sikap atas kekisruhan yang terjadi ini,"kata Affandi.

Intinya, lanjut dia, jika ada perubahan pengurus di tubuh Gerindra melalui mekanisme legal formal sesuai aturan partai, maka  PAC Jati Asih akan legowo dan siap melaksanakan amanah itu. Tetapi imbuhnya, jika Ketua DPC Gerindra sekarang dinilai masih bagus dan tidak memiliki kesalahan serius, maka harus dipertahankan untuk kelanggengan dan kemenangan menuju Pileg dan Pilpres 2019. (min)
Share:
Komentar

Berita Terkini