|
Menu Close Menu

PLTSa TPA Sumur Batu Tak Layak, Amphibi; Buat Bekasi Kok Coba-coba

Selasa, 30 April 2019 | 15.29 WIB
Ketua Umum Amphibi saat menunjukan cerobong asap di PLTSa TPA Sumur Batu yang dinilai tidak layak.
inijabar.com, Kota Bekasi-Terkait pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) TPA Sumur Batu yang baru diuji coba oleh PT.NW Abadi dinilai pengamat lingkungan dari LSM Ampibi (aliansi masyarakat pemerhati Lingkungan hidup dan B3 Indonesia) tidak layak dalam persoalan teknis sehingga menimbulkan asap hitam yang membuat warga sekitar protes.


"Ini (pengelolaan) PLTSa TPA Sumur Batu jau dari layak. Coba dilihat ketinggian cerobong asap nya tidal sesuai. Seharusnya tingginya sekitat 30 meter. Kalau itu paling cuma 6 meter. Dan harusnya juga bukan pake seng cerobongnya tapi pakai bata dan semen."ucap Ketua Umum Ampibhi, Salim Tanjung saat menginvestigasi ke lokasi TPA Sumur Batu. Selasa (30/4/2019).

Ditambahkan dia, dari pantauan kasat mata juga konstruksi teknis proyek tersebut sangat tidak sesuai.

"Pantas saja mengeluarkan asap hitam. Yah ternyata tidak layak lah. Masa buat neglola sampah di kota Bekasi coba-coba,"tandasnya. 

Sementara itu, Kepala UPTD TPA Sumur Batu, Ruspianto membenarkan, tadi malam uji coba ketiga kali nya alat tersebut. Dan mengeluarkan asap hitam dan menimbulkan kemarahan warga sekitar TPA Sumur Batu. 

"Iya tadi malam ada sejumlah warga yang protes soal asap hitam dari cerobong asap. Dan pagi tadi jam 08.00 wib dihentikan."ucap wanita yang akrab di sapa bu Ulfa ini saat ditemui di kantornya.

Dia menyebut dari pengamatannya perusahaan NWA Group sudah tiga kali uji coba namun gagal terus.

 "Iya waktu sebelumnya uji coba juga malah mesin rotary nya copot dan jatuh. Masa baru di masukan sampah untuk dipilah-pilah sudah copot mesinnya."ungkap mantam Kabag Humas Pemkot Bekasi ini.

Senada dikatakan, Tim Percepatan Walikota Untuk Pembangunan, Benny Tunggul. Menurut dia, secara teknis sudah jauh dari layak untuk di operasionalkan PLTSa TPA Sumur Batu.

"Iya itu tidak layak secara teknis, dan beban juga bagi Pemkot Bekasi."tandasnya.

Seperti diketahui, Proyek kerjasama PLTSa TPA Sumur Batu diresmikan oleh Kementerian LHK, dan Menteri Kordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan yang dihadiri juga walikota Bekasi, Rahmat Effendi dan jajarannya.
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->