![]() |
| Menu MBG yang diberikan SPPG di sekolah di wilayah Kota Bekasi |
inijabar.com, Kota Bekasi- Sejumlah sekolah dari tingkat dasar maupun atas di Kota Bekasi mengeluhkan menu MBG (Makan Bergizi Gratis) sejak awal masuk sekolah di bulan Ramadan 1447 hijriah.
Salah satunya di SDN Margahayu 7 Jl. Chairil Anwar No.26, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Sejumlah orang tua murid menilai kualitas dan komposisi menu yang diterima siswa belum mencerminkan standar gizi seimbang sebagaimana tujuan awal program.
“Anak saya hanya mendapat apel yang sudah bonyok, roti, dan abon. Tidak ada susu. Kalau ini disebut makan bergizi, menurut saya masih jauh dari harapan,” sindir salah satu orang tua siswa yang tak mau disebut namanya. Selasa (24/02/26)
![]() |
| Menu dari SPPG untuk siswa SDN Jatiasih IV |
Menurutnya, program yang bertujuan meningkatkan asupan nutrisi siswa seharusnya memperhatikan kualitas bahan makanan sebelum didistribusikan.
“Kami mendukung program ini karena untuk kebaikan anak-anak. Tapi kualitasnya harus dijaga. Jangan sampai makanan yang diberikan kondisinya kurang layak,” ujarnya.
Persoalan yang sama juga dialami siswa SDN Margahayu IX Bekasi Timur dan SDN Jatiasih IV yang menu MBG nya nyaris sama yakni sepotong roti, plastik ukuran kecil di dalamnya 3 buah kurma, dan 5 buah lengkeng.
Sementara di SMK Bina Karya Mandiri (BKM) Mustikajaya pada hari Senin (23/2/2026) memberikan menu sebuah nasi, pisang dan seplastik kecil kacang.
“Kalau memang ini program untuk pemenuhan gizi, seharusnya ada lauk yang cukup, ada susu, dan buah yang segar. Bukan sekadar makanan pengganjal saja,” cetus satu orang tua siswa.
Ia berharap ada evaluasi dan pengawasan rutin dari pihak terkait agar kualitas makanan tetap terjaga.
“Kami hanya ingin anak-anak mendapatkan makanan yang sehat dan sesuai standar. Tolong dilakukan pengecekan rutin supaya ke depan lebih baik,” tutupnya
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG atau pengelola dapur MBG maupun sekolah terkait belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan lanjutan demi keberimbangan informasi.(firman)





