Ruslan Resmi Pimpin KADIN Kota Bekasi 2026, Janji Akomodir Kepentingan Pelaku Usaha

Redaktur author photo
Qadar Ruslan Siregar menerima pataka Kadin Kota Bekasi sebagai simbol kepemimpinan periode 2026-2030

inijabar.com, Kota Bekasi - Akhirnya Qadar Ruslan Siregar (QRS) ditetapkan sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bekasi dalam Musyawarah Kota (Mukota) ke-VI periode 2026-2031.

Ruslan juga sekaligus sebagai Ketua Formateur dan memilih empat anggota untuk menyusun kepengurusan KADIN Kota Bekasi 2026-2030.

Ketua Organizing Committee (OC) Mukota ke-VI Kadin Kota Bekasi, Aji Ali Sabana, menjelaskan bahwa musyawarah ini merupakan amanat organisasi, seiring berakhirnya masa bakti kepengurusan periode 2021-2026.

Selain suksesi kepemimpinan, Mukota kali ini difokuskan pada perumusan program strategis, untuk menjaga daya tahan pelaku usaha lokal.

"Setelah melalui tahapan pendaftaran sejak 23 Februari hingga 21 April, kami mencatat hanya ada satu bakal calon ketua yang terdaftar. Proses selanjutnya akan ditentukan dalam persidangan musyawarah sesuai aturan organisasi," ujar Aji di sela acara yang berlangsung di Hotel Santika Mega City Bekasi, Kamis (7/5/2026).

Aji menyoroti kondisi ekonomi saat ini yang sedang tidak baik-baik saja. Konflik geopolitik di tingkat global, telah memberikan dampak sistemik terhadap rantai pasok dan harga komoditas dunia, yang berujung pada gejolak ekonomi nasional.

Menurut Aji, kondisi ini memaksa banyak perusahaan melakukan efisiensi, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK), demi bisa bertahan. Oleh karena itu, Kadin diharapkan mampu mengambil langkah strategis agar anggotanya tetap bisa bertahan (survive).

"Dunia usaha sedang berat. Kadin harus bisa melakukan langkah strategis agar tetap bertahan. Kami berharap pemerintah tetap memberikan insentif bagi pelaku usaha, baik insentif fiskal seperti pajak maupun kemudahan regulasi dan perizinan, agar dunia usaha bisa kembali bernapas," kata Aji.

Ia menekankan pentingnya hubungan timbal balik yang saling menguntungkan (win-win solution) antara pengusaha dan pemerintah daerah, untuk menjaga stabilitas ekonomi di Kota Bekasi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, yang hadir dalam pembukaan Mukota tersebut, mengapresiasi semangat persatuan yang ditunjukkan oleh para pelaku usaha.

Ia berharap, kepengurusan Kadin Kota Bekasi yang baru dapat menjadi mitra strategis yang lebih solid bagi Pemerintah Kota Bekasi kedepan.

"Kami mengapresiasi keberanian para pengusaha. Saat ini mereka sudah bersatu dan memiliki wujud kebersamaan. Hal ini penting, karena kita ingin kolaborasi yang betul-betul tertanam antara pemerintah dan Kadin sebagai wadah organisasi perusahaan," tutur Harris.

Harris menambahkan, usai terbentuknya kepengurusan baru, Pemkot Bekasi berencana duduk bersama untuk merumuskan sinergi pembangunan kota ke depan.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk menuangkan aspirasi dunia usaha, ke dalam program-program pembangunan yang ada di Kota Bekasi.

"Kami ingin bicara tentang bagaimana pembangunan Bekasi ke depan. Kolaborasi ini harus nyata dan tertuang dalam program yang konkret," pungkasnya.

Melalui Mukota ke-VI ini, Kadin Kota Bekasi diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang mampu merangkul seluruh elemen pelaku usaha, mulai dari skala UMKM hingga industri besar, demi mempercepat pemulihan ekonomi daerah di tengah krisis global yang masih membayangi. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini