|
Menu Close Menu

Ditanya Soal Uang Saksi, Bendahara Gerindra Kota Bekasi Bilang 'Gak Ngerti'

Kamis, 09 Mei 2019 | 01.51 WIB
Ilustrasi
inijabar.com, Kota Bekasi- Misteri uang saksi Partai Gerindra di TPS (Tempat Pemungutan suara) saat pencoblosan 17 April 2019 lalu, khususnya di Kota Bekasi semakin terkuak.

Menurut beberapa sumber di internal Gerindra bahwa uang saksi yang diberikan ke Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi, Eko Setyo Purnomo merupakan untuk saksi Capres bukan untuk saksi Caleg.

"Sebetulnya itu uang untuk saksi Capres Prabowo-Sandi di TPS bukan untuk saksi Caleg. Tapi dibagikan ke beberapa Caleg saja. Jumlahnya uangnya dari DPD Gerindra Jawa Barat, lebih dari Rp 1 miliar,"ungkap salah satu caleg Gerindra yang tidak mau disebut namanya.

Dia menegaskan, jadi pertanggung jawabannya harus punya bukti C1 Capres asli se Kota Bekasi yang harus disetorkan ke Gerindra pusat.

"Dari 6700 TPS se Kota Bekasi,  Eko sebagai penerima dana saksi hanya mampu merekrut saksi kira-kira separuhnya lah, yah kurang lebih 3 ribu saksi. Sedangkan dana yang dikasih pusat pasti untuk 6700 TPS lah."bebernya seraya menyebut pembagian uang saksi dan pemberian surat mandat oleh Eko di Hoka Hoka Bento, Harapan Indah, Bekasi Utara.

Terpisah, Bendahara DPC Gerindra Kota Bekasi, Murfati mengaku tidak mengerti soal uang saksi.

"Oh itu mau tanyakan langsung ke dpc Gerindra. saya kurang ngerti,"bantah wanita yang juga sebagai anggota DPRD Kota Bekasi ini.

Sayangnya saat ditanya, apakah dirinya menerima bantuan uang saksi. Murfati tidak merespon.

Sementara Itu, Sekretatis PAC Gerindra, Rawalumbu, Arif Cahyadi menyayangkan sikap Murfati seolah tidak tahu dan tidak mengerti masalah uang saksi.

"Di kubu mereka ada yang disebut tim 5, diantaranya, Eko Setyo Purnomo, Murfati, Sarni Ruminta Sihombing, Tahapan Bambang, Epi Susanto. Mereka lah yang menerima dan membagi-bagi uang saksi tersebut. Jadi tidak mungkin tidak tahu lah,"ucapnya.

Dia mendesak, agar DPP Gerindra membuat tim investigasi soal dugaan penyalahgunaan uang saksi capres tersebut agar jelas siapa yang berjuang untuk partai siapa yang hanya mementingkan diri sendiri.

"Kami meminta DPP Gerindra untuk mengusut dan membentuk tim investigasi kasus ini, agar terang benderang masalahnya,"ucap Arif.(*)
Bagikan:

Komentar

<---IKLAN--->
<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->