|
Menu Close Menu

Bayinya Wafat Diduga Akibat Air Ketuban Pecah, Ibu Ini Kecewa Pelayanan Klinik Bersalin Guci

Rabu, 11 September 2019 | 14.24 WIB

inijabar.com, Kota Bekasi- Wanita bernama Narti (24) ini terpaksa harus melupakan mimpinya memiliki buah hati yang dikandungnya sejak bulan pertama kehamilannya. Akhirnya bayi mungil yang berhasil dikeluarkan dari rahim nya tersebut meninggal dunia yang diduga akibat air ketuban yang pecah dan tertelan oleh sang bayi.

Narti (24) terbaring lemah saat mau melahirkan
Wanita yang berdomisili di Jl H Ledang Rt 03/03 No.80, Kelurahan Sepanjang jaya Kecamatan. Rawa lumbu ini menuding penanganan bidan di klinik bersalin Guci yang berlokasi di wilayah kelurahan Sepanjang Jaya tersebut yang mengakibatkan bayinya meninggal dunia akibat air ketuban yang pecah dan tertelan oleh baynya.

"Mereka sempet bilang kalau sampe jam 2 bayi ibu ga keluar juga kita rujuk tapi tidak dirujuk juga, di saat mereka menangani saya pun mereka terlihat santai, kaya lihatin kucing mau lahiran !!!! Akhirnya sampe jam 3 mereka baru nge rujuk ke RS Siloam Sepanjang Jaya, sedangkan kepala bayi saya sudah kejepit di situ, sesampainya saya di Siloam, saya di priksa oleh beberapa orang di sana dan merek bilang "Ibu kenapa ibu udah ngeden !! Ini pembukaan ibu baru pembukan sembilan,"tuturnya.

"Saya meresa kecewa sama bidan di klinik yang bilang pembukaan saya sudah lengkap saya mati matian ngeden ternyata masih pembukaan 9 .. akhirnya jam 04.00 wib pagi saya dibawa keruang bersalin dan pembukaan lengkap, ga pake lama cuma waktu setengah jam anak saya keluar,"ujarnya.

"Saya datang ke Klinik hari Jumat tanggal 6 September 2019 sekitar jam 09.00 wib pagi, perut saya terasa sakit, lalu saya bergegas ke Klinik Bersalin Guci dengan menggunakan BPJS Kesehatan kelas 1,"ujarnya pada inijabar.com. Selasa(10/9/2019) malam.

Narti melanjutkan, saat diperiksa oleh salah satu bidan dikatakan kondisi kehamilanya sudah pembukaan ke delapan. Namun pemeriksaannya oleh bidan disodok-sodok sehingga ada kekhawatiran dari Narti ketubannya bisa pecah dan mengenai bayinya.

"Iya saat itu dibilangnya sudah pembukaan delapan lalu dibilang lagi pembukaan sembilan. Tapi setiap pemeriksaan selalu di sodok-sodok kaya begitu lah, saya khawatir kena ketubannya bisa pecah. Dan jam 00.30 wib ketuban pecah, masih dibilang ga apa apa. Akhirnya jam 01.00 wib mulai persalinan. saya dibilang sudah pembukaan lengkap. Saya ngotot untuk minta dirujuk saja ke RS terdekat. Akhirnya jam 03.00 wib baru di rujuk ke RS Siloam Sepanjang Jaya,"bebernya.

Namun sayang, kata Narti, saat di periksa di RS Siloam dibilang kondisi dirinya belum pembukaan lengkap. Tapi kondisi air ketiban sudah pecah sebelum dibawa ke RS Siloam. 

"Bayi saya akhirnya meninggal karena kena air ketuban. Saya kecewa dengan pelayanan Klinik Bersalin Guci. Mereka seperti tidak profesional,"tandasnya.

Sementara, saat dikonfirmasi ke Klinik Guci yang terletak disamping Pom Bensin Sepanjang Jaya, kecamtan. Rawalumbu. Tidak ada penanggung jawab Klinik Bersalin Guci yang ditemui. Hanya seorang bidan bernama Liska menerima inijabar.com, Rabu (11/9/2019).

"Baik pa saya akan sampaikan ke pimpinan dulu persoalanya,"ucapnya singkat.(*)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->