|
Menu Close Menu

Pemuda Lapor Polisi, Tergiur Beli 2 Motor Rp 12 Juta Melalui Medsos

Sabtu, 30 November 2019 | 13.28 WIB

inijabar.com, Kota Bekasi- Keinginan untuk memiliki 2 unit motor dengan harga murah harus kandas ditengah jalan. Hal ini dialami Dedy Friansyah warga Kecamatan Pondok Melati yang berniat membeli dua sepeda motor diantaranya kawasaki KLX B 1326 ZKO dan NMX seharga Rp12 juta melalui online. 
"Iya berawal dari media sosial facebook saya melihat sebuah akun dengan nama FK yang memposting penawaran harga motor dengan harga jauh di bawah harga pasaran. Saya pun lantas mengecek akun tersebut. Di akun itu FK mengaku sebagai seorang Polwan berpangkat Bripda di Polda Riau. Lantas saya hubungi melalui nomor telepon yang tercantum dalam akun tersebut,"tutur Dedy pada inijabar.com. Sabtu (30/11/2019).

Dia menjelaskan, dari percakapan di whatsapp mulailah tawar menawar harga untuk 2 kendaraan motor dengan jenis berbeda. Sampai akhirnya disepakati total kedua motor tersebut sebesar Rp 12 juta.

"Kemudian saya transfer untuk DP sebesar Rp 2 juta pada transaksi tgl 18/11/2019. Lalu saya transfer yang ke dua sebesar Rp4 juta pada tgl 21/11/2010 melalui ATM CIMB Niaga atas nama Mansyur nomor rekening 705974409xxx. Sebelumnya pelaku menjelaskan bahwa Mansyur adalah staf bendahara showroom bernama Duta Planet Motor,"sambung Dedy. 

Kemudian, FK mengirim gambar melalui WA foto STNK pada tgl 23 November 2019, dan minta dikirim lagi uang sebesar Rp3 juta. Alasanya untuk pengesahan STNK.

"Saya menolak mentransfer uang Rp3 juta. Dan saya bilang bahwa dana itu akan saya bayar kalau motor sudah saya terima. Namun bukan disetujui tawaran saya teraebut malah setelah itu putus komunikasi dengan FK,"bebernya.

Dikatakan Dedy, setelah dicek akun facebook bernama FK lebih dari 50 dan foto profilnya sama yakni foto Wanita berjilbab dengan seragam Polwan mengaku berpangkat Bripda 911907xxx Polda Pekanbaru Riau.

"Masih aktif kok FB nya. Saya heran kalau akun tersebut bukan milik anggota Polwan (FK) kenapa yang bersangkutan tidak protes. Apalagi Polwan loh,"tandasnya.

Dirinya juga curiga dengan foto STNK yang dikirim atas nama dia palsu dan editan. Pasalnya nomor plat kendaraan yang tercantum di STNK ada kejanggalan.

"Makanya saya laporkan kasus tersebut ke Police Cyber milik Polri melalui website. Dan saya dapat informasi di Polres Metro Bekasi Kota ada laporan kasus yang sama lebih dari 1200 kasus. Saya minta kepolisian mengusut tuntas dan menangkap pelakunya,"harapnya.(*)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->