|
Menu Close Menu

BPBD Sebut Banjir di Kabupaten Cirebon Tahun Ini Lebih Parah

Minggu, 09 Februari 2020 | 13.09 WIB

inijabar.com, Kabupaten Cirebon- Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, mengungkapkan, banjir yang menimpa Kabupaten Cirebon kali ini merupakan yang terparah.

Dadang menyebut banjir di Desa Wanakaya Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon tersebut bermula dari hujan yang mengguyur selama kurang lebih empat jam sejak Jumat malam.

"Tingginya intensitas hujan menyebabkan beberapa wilayah di Cirebon banjir. Terlebih, hujan terus mengguyur wilayah Pantura, Jawa Barat sejak beberapa hari lalu. Akhirnya banjir menggenangi pemukiman di sebelah utara, barat dan selatan Cirebon. Ini yang terparah dari beberapa peristiwa banjir hari kemarin ratusan rumah terendam dan sungai dari pagi sampai siang terus meluap," tuturnya. Minggu (9/2/2020).

Dijelaskan dia, akibat intensitas hujan yang tinggi membuat Sungai Condong meluap dan hampir mencapai ketinggian satu meter. Air yang meluap juga akibat kiriman dari sungai di atasnya.

"Warga terdampak banjir dari pendataan kami ada 3 Rw kalau rumah ada 600 unit terendam. Tim SAR gabungan langsung turun ke lokasi melakukan evakuasi warga posko darurat," ucapnya.

Selain itu, tingginya luapan air juga disebabkan tanggul penahan tanah di Sungai Condong jebol. Ditambah lagi, banjir kiriman dari sungai yang ada di hulu.

Sekedar diketahui, Sungai Condong merupakan muara dari kumpulan sungai yang ada di Cisoka Cirebon. Untuk mengantisipasinya, warga bersama Tim SAR gabungan akan bekerja bakti menutup tanggul yang jebol.

"Sementara ditutup pakai pagar dan tumpukan karung yang berisi pasir agar bisa menahan air," tandasnya.

Banjir yang menggenangi wilayah Kabupaten Cirebon terus bertambah. Dari data yang dihimpun, terdapat 20 kecamatan di Kabupaten Cirebon yang terdampak banjir. Beberapa waktu sebelumnya, banjir menggenangi wilayah Kecamatan Suranenggala, Kedawung, Plumbon, Palimanan hingga Jamblang.

"Belum termasuk yang di wilayah timur data banjir akan terus kami perbaharui seiring dengan laporan yang didapat dari petugas di lapangan," pungkasnya.(sai)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->