|
Menu Close Menu

Besok Pemilihan Wabup Bekasi Meski Diwarnai Kontroversi

Selasa, 17 Maret 2020 | 19.40 WIB

inijabar com, Kabupaten Bekasi- Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kampus Se-Bekasi (AKSI) menilai Pemilihan Wakil Bupati Bekasi oleh Panitia Pemilihan (Panlih) DPRD Kabupaten Bekasi yang akan dilaksanakan pada hari Rabu (18/3/2020) terlalu memaksakan diri.

Ketua BEM FT Universitas Pelita Bangsa, Fakhri Pengestu menjelaskan, Panlih terkesan memaksakan diri tanpa adanya 2 rekomendasi dari Cawabup partai pengusung.

"Kami menyesalkan jika Panlih menghelat pemilihan tanpa adanya 2 rekomendasi calon wakil Bupati dari DPP partai pengusung yang diserahkan langsung oleh Bupati ke DPRD,"ungkapnya. Selasa (17/3/2020).

Dan juga pernyataan tersirat dan/atau tersurat dari FKDH Kemendagri dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan pada Biro Pemerintahan dan Kerjasama Sekretariat Daerah Provinsi Jabar.

"Astaghfirullah, sekelas pejabat provinsi Jabar dan Kemendagri saja tidak didengar, apalagi hanya warga biasa? Apa perlu Bapak Presiden yang menyatakan,"ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan Direktur Jendral Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik mengaku, hingga saat ini belum mendapatkan pemberitahuan terkait pemilihan Wabup Bekasi. Seharusnya pemilihan melalui provinsi untuk selanjutnya diteruskan ke kementerian.

“Hingga kini saya belum tahu kabar (pemilihan wabup di Bekasi), yang mengirimkan surat keputusan itu provinsi, karena provinsi yang memfasilitasi secara teknis,” ucap Akmal saat dihubungi, Selasa 10 Maret 2020.

Sedangkan Kepala Bagian Tata Pemerintahan pada Biro Pemerintahan dan Kerjasama Sekretariat Daerah Provinsi Jabar, Dedi Mulyadi mengatakan, kendala dari proses pemilihan wabup ini karena partai koalisi belum bersepakat menentukan dua calon.

Namun, panitia pemilihan justru tetap melanjutkan tahapan dan bahkan sudah menentukan dua calon wakil bupati.

“Kami belum sama sekali bertemu (DPRD Kabupaten Bekasi) apalagi surat pemberitahuan pelaksanaan pemilihan. Terakhir saya ketemu dengan DPRD sekitar awal Januari, mereka konsultasi, saat itu saya sampaikan harus menunggu dari rekomendasi dari DPP,” ucap dia.

Informasi yang kini beredar kabar,  anggota DPRD Kabupaten Bekasi kini dikarantina di Hotel Sakura dekat Kantor Pemerintahan Kabupaten Bekasi untuk persiapan pemilihan Wakil Bupati Bekasi periode 2017-2022.(*)
Bagikan:

Komentar