Kadisdik Jabar Fokuskan Siswa Baru Tetap Belajar di Rumah inijabar.com
|
Menu Close Menu

Kadisdik Jabar Fokuskan Siswa Baru Tetap Belajar di Rumah

Rabu, 03 Juni 2020 | 22.04 WIB

inijabar.com, Bandung- Terkait pelaksanaan tahun ajaran baru 2020/2021 di  SMA/SMK/SLB Jawa Barat akan dimulai pada Minggu ketiga Juli 2020 atau Senin (13/7/2020). Hal tersebut sesuai dengan ketetapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dewi Sartika, bahwa pelaksanaan sekolah tahun ajaran 2020/2021 tetap dengan mekanisme Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). 

Keputusan tersebut, kata dia, diambil setelah mempertimbangkan sejumlah hal, seperti Surat Edaran Kemendikbud, dan arahan Gugus Tugas COVID-19, baik pusat maupun provinsi.

"Ada dua yang menjadi fokus Disdik Jabar. Pertama adalah bagaimana memastikan keamanan dan keselamatan peserta didik. Dan yang kedua adalah bagaimana memastikan peserta didik mendapatkan hak pendidikan. Hak pendidikan tetap dipenuhi selama pandemi COVID-19 dengan pembelajaran jarak jauh,"ujarnya. Rabu (3/6/2020).

Dewi mengatakan, hasil kajian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar terkait level kewaspadaan COVID-19 kabupaten/kota menjadi bahan pertimbangan Disdik Jabar dalam mengambil keputusan. 

Hasil kajian tersebut menunjukkan tidak ada satupun daerah di Jabar yang berada di level 1 atau zona hijau.

"Pertimbangan terakhir adalah masukan dari pengawas sekolah, kepala sekolah, dewan guru, dan komite sekolah. Walaupun sekolah berada di zona hijau, tetapi misalnya sarana prasarana, dan keamanan di sekolah itu belum lengkap atau memadai, tidak boleh memaksakan untuk membuka kembali sekolah atau proses belajar secara tatap muka," ucapnya.

"Yang menjadi tantangan adalah adanya masalah psikologis dari anak. Ketika mereka sekarang harus berada di rumah dalam waktu yang lama," katanya. 

Dia menambahkan, guru diberikan pelatihan secara daring agar mampu memberikan pembelajaran yang menarik, interaktif, ringan dan tidak terlalu berat. 

Dewi mengatakan, infrastruktur teknologi atau akses internet menjadi tantangan Disdik Jabar dalam penerapan pembelajaran jarak jauh. 

"Sebab di Jabar tidak semua daerah mempunyai akses internet yang baik. Ia menegaskan, ada berbagai upaya yang diambil Disdik Jabar untuk menjawab tantangan tersebut,"ucapnya.(*)
Bagikan:

Komentar