|
Menu Close Menu

Andy Salim Tegaskan Sikap Kerasnya Soal Kantor Golkar Tidak Ada Hubunganya Dengan Musda

Kamis, 13 Agustus 2020 | 17.26 WIB


inijabar.com, Kota Bekasi- Pembeli kantor DPD Partai Golkar Kota Bekasi Andy Salim menegaskan, sikap kerasnya memperjuangkan hak mendapatkan aset lahan Golkar tersebut tidak ada kaitanya dengan Musda Golkar Kota Bekasi.


 "Sikap saya ini tidak ada kaitanya dengan Musda Golkar Kota Bekasi. Tidak ada politisi atau kandidat yang bisa mempengaruhi saya. Namun saya kenal semua dengan kandidat ketua Golkar jadi saya memakai istilah kolaborasi,"tutur Andy Salim pada media. Kamis (13/8/2020). 


Dia menegaskan kalau dirinya mau sudah dilakukan saat Pilkada 2017. Namun saat itu semua elit Partai Golkar Kota Bekasi menahannya untuk bersabar karena Rahnat Effendi mencalonkan kembali di Pilkada 2017 dikhawatirkan bisa merusak nama baiknya. 


"Saya saat itu dilobby agar menahan diri untuk tidak memblow up kasus kantor Golkar Kota Bekasi. Selama 2 tahun baik pra Pilkada sampai pelantikan Rahmat Effendi sebagai walikota saya sabar. Eh..setelah itu saya digugat secara perdata oleh mereka (Pimpinan Golkar Kota Bekasi), ini yang membuat saya kecewa,"tandasnya.


Andy juga menyatakan, dirinya justru diopinikan sebagai pembeli yang tidak beritikad baik. 


"Lah kalau saya dibilang pembeli tidak beritikad baik. Terus mereka penjual apa?,"ujarnya geram.(*)

Bagikan:

Komentar