|
Menu Close Menu

DLH Rencanakan Bekas TPS di Jalan Cipto Bakal Dijadikan Taman Saluyu Vespario

Sabtu, 05 September 2020 | 02.56 WIB


inijabar.com, Kota Cirebon-  Tindak lanjut setelah ditutupnya TPS (Tempat Pembuangan Sampah) yang berada di jalan dr Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon, kini pihak DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Cirebon akan menggantinya dengan Taman Kota. 


"Pembongkaran TPS yang dilakukan hari ini merupakan tindak lanjut dari penutupan TPS yang telah dilaksnakan pada tanggal 24 Agustus 2020 lalu, jadi setelah penutupan itu, selanjutnya DLH berencana akan mengganti TPS ini menjadi Taman Kota,namanya (Taman Saluyu Vespario Sehati),"ujar Kasie Penanganan Sampah DLH Kota Cirebon, Ruliyanto. Jumat (4/9/2020).


"Teknis administrasi sudah kita tempuh, kita telah mengajukan surat penghapusan aset ke badan keuangan daerah (BKD), dan oleh BKD telah diproses.  lama setelah penutupan ada jeda waktu dari penutupan ke pembongkaran,"jawabnya saat ditanya soal pembongkaran lahan.


Selain proses penghapusan aset, sambubng Ruly, pihaknya juga sedang mengajukan perjanjian kerjasamanya di bagian pemerintahan umum, jadi setelah penutupan itu ada langkah-langkah operasi yang memungkinkan, jadi ada jeda waktu, pihaknya tidak serta merta langsung bangun. 


"Dan alhamdulillah BKD nya pun juga cepat merespon, akhirnya kita diberikan waktu oleh BKD pada hari ini untuk membongkar" terang Ruly.


Terkait masalah pembangunan taman kota, Ruly mengatakan, DLH telah menunjuk dan bekerjasama dengan PT Saluyu Vespario. Kata Ruly, setelah tahapan pembongkaran nanti, tindak lanjutnya langsung dari pihak vespa sendiri yang langsung akan melakukan proses pembangunan, jadi jeda waktu tidak terlalu lama sehingga tidak menimbulkan persoalan baru. 


"Kalau kami dari pemerintah kota berharap tidak ada jeda waktu dari pembongkaran sampai ke pembangunan taman Saluyu Vespario Sehati,"tutur Ruly.


Ruly menjelaskan, soal pengangkutan sampah setelah TPS ditutup. Untuk teknis pengangkutan sampah DLH sudah menerima usulan dari kelurahan terdampak, seperti Kelurahan Sunyaragi, Kelurahan Kesambi, Pekiringan dan Derajat, 


"Nanti usulan tersebut kita kaji dulu. Kita sesuaikan dengan kemampuan armada dan truknya, mudah-mudahan saya bisa mengakomodir semua keinginan, karena armada kita juga terbatas,"tandasnya.


"Selain itu, nanti kita sediakan TPS mobile, mudah-mudahan dengan keterbatasan kami, kami bisa memaksimalkan permintaan dari masyarakat tersebut sehingga tidak menimbulkan potensi sampah liar kembali," ujarnya.  (AL)

Bagikan:

Komentar