Membuka Rapat Kerja IKSAD, Gus Baha Berikan Arahan inijabar.com
|
Menu Close Menu

Membuka Rapat Kerja IKSAD, Gus Baha Berikan Arahan

Senin, 22 Februari 2021 | 19.25 WIB




inijabar.com, Jakarta–  Ikatan Santri Alumni Damaran Pondok Pesantren Mazroatul Ulum Kudus (IKSAD) pada Minggu (21/02/2021) mengadakan pertemuan rapat di kantor Pengurus Besar IKSAD, Perumahan Arcadia Blok D1/10 yang di pimpin KH. Muhammad Ulil Abshor Al-Hafidz Lc atau yang akrab disapa Gus Abshor.


Dalam sambutannya organisasi ini dibentuk dengan tujuan agar ada hubungan emosional antara alumni dan pesantren. IKSAD  untuk menguatkan eksistensi pesantren dan pengabdian kepada masyarakat selain itu Pondok Mazro'atul Ulum  yang populer disebut Pesantren Damaran 78 Kudus, pesantren ini termasuk pesantren yang tertua di Indonesia bahkan sanad keilmuan ulama besar Nusantara seperti Mbah Soleh Darat pernah nyantri di pondok pesantren Mazroatul Ulum oleh sebab itu dirasa penting untuk melakukan suatu gerakan untuk merubah paradigma dakwah di Indonesia. dalam pertemuan  ini selain kedatangan Kiyai Kiyai Alumi dari Lamongan(Ustadz Hasan) – Pati (Abdul Aziz) – Kudus (M Hamdan) – Madura (Abror) – Kalimantan ( M Hana) dalam meeting virtual dengan mengikuti  perkembangan teknologi saat proses penyampaian informasi. audio maupun video dapat disampaikan secara real time yang juga langsung interksi dengan KH. Ahmad Baha'uddin Nursalim atau biasa disebut dengan panggilan Gus Baha, dan inilah Pesan beliau.


“Hendaklah kita disaat berdakwah harus dengan cara yang mudah  biar umat paham dan diamalkan dengan baik,”ucapnya.


“Hendaklah kita belajar kepada seorang Guru atau Ulama  yang Sanad keilmuannya jelas, seseorang bisa keliru pikiran dan keyakinannya disebabkan ilmu yang diperolehnya salah  karena itu  ilmu sangat penting,"tuturnya.

 

Melalui kesempatan virtual meeting  dengan Gus Baha, peserta fokus mendengarkan serta mencatat poin penting, tenteng pemaparan Gus Baha.


Gus Abshor dalam rapat kerja dengan virtual meeting ini merupakan rapat kerja perdana dengan Ikatan Santri  Alumni Damaran Pondok Pesantren Mazroatul Ulum Kudus (IKSAD) yang  mengumpulkan beberapa Korwil di Indonesia untuk membahas beberapa problematika umat dan khususnya apa yang Alumni IKSAD bisa lakukan untuk merangkul semua Alumni Pondok Pesantren Mazroatul Ulum Kudus untuk bisa bersinergi bersama.


"Jika jabatan, pangkat dan apapun yang ada pada kita saat ini itu pasti akan ditinggalkan. Tapi kalau hubungan silaturahmi tidak akan pernah terputus apa lagi ditinggalkan," ujar Gus Abshor. 


Kiyai Nurhadi selaku Ketua IKSAD 1 menyampaikan, terbentuknya IKSAD  dengan tujuan ‘1 mengumpulkan para alumni Damaran Pondok Pesantren Mazroatul Ulum Kudus yang ada di Indonesia, 2. mengumpulkan teman-teman Hafiz Indonesia untuk kita berdakwah sesuai dengan Ahlussunnah wal Jama'ah supaya umat semakin mudah dalam memberikan pemahaman Islam secara murni, adapun hasil dari rapat yang kita pada hari ini di antaranya kita menentukan AD/ART Ikatan Santri Alumni Damaran Pondok Pesantren Mazroatul Ulum Kudus termasuk legalisasi dan sekaligus membuka rekening organisasi dan serta metandatangani beberapa berkas oleh ketua (KH.Muhammad Ulil Abshor/Gus Abshor)  dan bendahara Kyai Zamroni.(*)

Bagikan:

Komentar