Apa Sih Senam Sicita Itu, Haruskah Pak Camat dan Pak Lurah di Kota Bekasi Ikut-Ikutan? inijabar.com
|
Menu Close Menu

Apa Sih Senam Sicita Itu, Haruskah Pak Camat dan Pak Lurah di Kota Bekasi Ikut-Ikutan?

Senin, 01 Agustus 2022 | 22.54 WIB



Salah satu peserta senam SiCITa


inijabar.com, Kota Bekasi- Senam Sicita yang digagas PDI Perjuangan tengah menjadi sorotan terutama di Kota Bekasi. Sejumlah camat dan lurah diduga dimobilisir untuk ikut mensyiarkan program partai politik berlogo Banteng tersebut.


Tudingan politisasi ASN pun merebak di masyarakat ditujukan ke Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang juga merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi. Bahkan sebuah lembaga dan individu telah melaporkan dugaan politisasi ASN melalui senam sicita.


Lalu apa yang dimaksud dengan Senam Sicita apa latar belakang PDIP melahirkan  program tersebut yang sebetulnya senam nya sendiri merupakan hal yang bagus untuk kesehatan. Namun kemasannya terlalu politis apalagi melibatkan pemangku pemerintahan daerah jadi menimbulkan polemik.


Sekedar diketahui kader-kader PDI Perjuangan bersama masyarakat di berbagai kota di Indonesia, secara serentak menggelar Senam Cinta Tanah Air (Sicita) tepat pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Jumat (20/5/2022) pagi.


Senam yang diperkenalkan secara resmi pada HUT PDI Perjuangan ke-49 (10/1/2022) tersebut, secara khusus menggambarkan nilai-nilai Pancasila dalam gerakan-gerakannya, seperti membuka lima jari tangan.


Dalam seluruh gerakannya, Sicita memiliki 4 rangkaian.  Yakni teknik pernafasan dan memberi semangat, pemanasan dengan 3 gerakan, 5 gerakan inti, dan penutup. Dari seluruh tahapan tersebut, tiap gerakannya memiliki nilai filosofis tersendiri.


Seperti pada 4 gerakan wajib yang dihadirkan. Pertama, gerakan tangan kanan di bahu kanan dan tangan kiri di pinggang yang menyimbolkan gotong royong atau bahu membahu.


Kedua, gerakan hormat dengan posisi tangan kanan di pinggang sebagai penghormatan dari jiwa kita ke orang lain.


Dilanjutkan gerakan tangan kanan dilipat diatas tangan kiri dan salam yang bermakna persatuan serta rasa syukur. Lalu diakhiri tepuk tangan dan bersorak sebagai lambang semangat.


Tak berhenti disitu, nilai-nilai budaya juga akan kental terasa saat melakukan senam. Lantunan musik-musik daerah dan nasional diaransemen secara apik sehingga menambahkan semangat.


Terhitung ada 9 lagu yang digabungkan. Diantaranya, Bagimu negeri, Garuda Pancasila, Manuk Dadali, Kampuang Man Jauh di Mato, Ampar-Ampar Pisang, Ondel-Ondel, Yamko Rambe Yamko, Sipatokaan, Kebyar-Kebyar.


Tidak hanya menguatkan rasa nasionalisme, rangkaian senam berdurasi 8 menit ini juga memberikan manfaat kesehatan.


Panitia senam Sicita DPP PDI Perjuangan, Putra Nababan mengatakan, senam tersebut efektif mampu membakar lemak dan kalori tubuh. Bisa dilakukan beberapa sesi tergantung kondisi tubuh atau usia pesenam.


Sebelumnya, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, menyebut Sicita merupakan ungkapan rasa cinta sekaligus persembahan untuk bumi pertiwi.


“Atas arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Partai mendorong suatu senam sehat sekaligus mengungkapkan suatu rasa cinta tanah air. Dengan senam, kita memiliki spirit bagaikan api yang tak kunjung padam,” ucap Hasto.


Di Jawa Timur, seperti disampaikan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Kamis (19/5/2022), senam dilaksanakan 45 ribu orang melibatkan kader-kader PDI Perjuangan.(*)

Bagikan:

Komentar