Kemendikdasmen Dorong Pendidikan Bermutu dan Naikkan Insentif Guru Honorer

Redaktur author photo
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti saat memberikan pemaparan.

inijabar.com, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menaikkan insentif guru honorer menjadi Rp 400.000 per bulan mulai tahun 2026. Kenaikan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menyampaikan hal itu dalam Taklimat Media bertajuk 'Gerak Cepat Pendidikan Bermutu untuk Semua #SetahunBerdampak, di Aula Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025).

"Tahun depan insentif guru honorer kita naikkan Rp 100.000, sehingga mulai tahun depan guru honorer akan mendapatkan insentif sebesar Rp 400.000 per bulan," ujar Abdul.

Pada tahun 2025, sebanyak 347.383 guru non-ASN telah menerima insentif dengan realisasi 35,5 persen dari total anggaran Rp 736,31 miliar. Untuk periode 2025, guru honorer menerima insentif Rp 300.000 per bulan yang diberikan untuk tujuh bulan sekaligus pada Juli lalu, sehingga masing-masing guru menerima Rp 2,1 juta.

Abdul menjelaskan, insentif ini ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru. Mekanisme transfer langsung ini merupakan terobosan untuk memangkas birokrasi, yang sebelumnya menyalurkan bantuan melalui pemerintah daerah atau kabupaten/kota.

"Ini merupakan upaya kami memberikan layanan tanpa birokrasi berbelit," kata Abdul.

Selain insentif guru honorer, Kemendikdasmen juga menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk 395.967 guru non-ASN dengan anggaran Rp 6,56 triliun, serta Tunjangan Khusus Guru (TKG) non-ASN untuk 26.763 guru senilai Rp 337,28 miliar dengan realisasi 92,6 persen.

Untuk guru ASN daerah, TPG disalurkan kepada 1.460.952 guru dengan anggaran Rp 34,70 triliun, TKG untuk 56.134 guru sebesar Rp 1,15 triliun, dan Dana Tambahan Penghasilan (DTP) untuk 147.246 guru senilai Rp 220,75 miliar.

[cut]


Abdul memaparkan berbagai capaian Kemendikdasmen selama satu tahun terakhir. Salah satu program unggulan adalah, pemberian beasiswa pendidikan sarjana untuk 12.500 guru yang belum berkualifikasi S1.

"Untuk pertama kalinya, kementerian memberikan biaya kuliah untuk 12.500 guru yang belum S1, masing-masing Rp 3 juta per semester," jelasnya.

Program ini menggunakan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan kini seluruh peserta telah mulai perkuliahan. Abdul menargetkan program ini dapat diselesaikan dalam satu tahun dan berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

Kemendikdasmen juga telah melatih 728.300 guru yang lulus seleksi administrasi sertifikasi, dengan 462.000 guru kini dalam proses sertifikasi. Program Kepemimpinan Sekolah juga diikuti 4.821 peserta dengan 4.224 pelatihan aktif berjalan.

Program revitalisasi sekolah mencatat realisasi 98,7 persen dengan 15.929 satuan pendidikan dari target 16.140 unit. Anggaran yang terserap mencapai Rp 16,97 triliun, melampaui target awal Rp 10,44 triliun.

"Program ini memberikan multiplier effect Rp 27 triliun ke ekonomi nasional, melibatkan lebih dari 72.000 UMKM, dan menciptakan lebih dari 350.000 lapangan kerja," ucap Abdul.

Program revitalisasi mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Realisasi tertinggi dicapai oleh SLB dengan 146,4 persen dari sasaran awal dan SKB/PKBM dengan 198,3 persen.

"Program digitalisasi yang menjadi prioritas Presiden menunjukkan kemajuan signifikan. Kami telah mendistribusikan perangkat digital ke 288.865 satuan pendidikan di seluruh Indonesia," tutur Abdul.

[cut]


Dari jumlah tersebut, 50.944 unit perangkat telah tiba di sekolah dan 42.624 unit (18,6 persen) telah siap digunakan. Program ini mencakup distribusi Interactive Flat Panel (IFP), pelatihan guru, penyediaan konten pembelajaran, serta pengadaan laptop dan konten digital.

"IFP ini bukan sekadar papan tulis elektronik biasa, tapi Interactive Flat Panel yang fungsinya jauh lebih maju," papar Abdul.

Platform Rumah Belajar mencatat pengguna aktif bulanan mencapai 1,3 juta dan kunjungan ke Ruang Murid sejak Mei 2025 telah mencapai 3 juta. Sebanyak 97,5 persen dinas pendidikan kabupaten/kota juga telah mengakses Rapor Pendidikan Daerah.

Abdul mengakui, sempat terjadi kendala terkait laptop yang tidak memenuhi standar kualitas. Namun, kini proses quality control telah diperketat dan unit yang rusak diperbaiki sebelum didistribusikan kembali ke sekolah.

Kemendikdasmen fokus pada peningkatan kompetensi guru melalui berbagai program pelatihan. Sebanyak 187.642 guru terdaftar dalam pelatihan pembelajaran mendalam (deep learning) dengan model IN-ON-IN, dan 63,87 persen telah mengikuti pelatihan.

Untuk pembelajaran coding dan artificial intelligence (AI), pelatihan telah tersebar di 38 provinsi dan 513 kabupaten/kota. Sebanyak 2.915 fasilitator telah melatih 62.890 guru di 1.568 sekolah.

"Mulai tahun 2025, guru tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk urusan administratif. Kami sudah menyiapkan peraturan tentang konversi tugas guru yang bisa diperhitungkan sebagai jam mengajar," ungkap Abdul.

Kemendikdasmen telah menyusun 54 judul buku teks utama pembelajaran mendalam untuk kelas 3, 6, 9, dan 12, serta 8 judul buku koding dan AI dengan 45 buku pendamping.

[cut]


Selain itu, Program Indonesia Pintar (PIP) telah menjangkau 10,98 juta siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin berusia 6-21 tahun. Program ini membantu memenuhi biaya personal seperti alat tulis, transportasi, kursus, magang, dan uang saku.

"Distribusi penerima PIP terbesar ada di jenjang SD dengan 6.610.125 siswa, diikuti SMP 2.829.818 siswa, SMK 845.226 siswa, dan SMA 697.668 siswa," beber Abdul.

Program penguatan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) telah dilaksanakan di 48.589 sekolah dengan melibatkan 8,15 juta siswa. Buku panduan telah diunduh 37.528 kali dan dibaca oleh 84,83 persen sekolah.

Sebanyak 75.704 sekolah telah melakukan verifikasi Gerakan 7KAIH dan 39.127 sekolah melaksanakan program Pagi Ceria. Video Senam Anak Indonesia Hebat telah ditonton 196,7 juta kali.

"Kami menerapkan kebijakan yang lugas dan menyenangkan dalam pendidikan karakter, bukan dengan pendekatan otoriter," tegas Abdul.

Kemendikdasmen akan menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan 3,5 juta peserta terdaftar per 15 Oktober 2025. TKA untuk jenjang SMA/SMK dijadwalkan pada November 2025, sementara SD/SMP pada Maret-April 2026.

"TKA berfungsi sebagai instrumen pemetaan, seleksi, penyetaraan, dan pengendalian mutu pendidikan nasional," imbu Abdul.

Ia juga memaparkan,  Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) senilai Rp 33,08 triliun telah digunakan oleh 415.129 satuan pendidikan untuk mendukung operasional pembelajaran, honor guru non-ASN, pemeliharaan fasilitas, dan digitalisasi.

"Saya berharap seluruh program dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan Indonesia, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para guru sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa," pungkasnya. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini