![]() |
| Ilustrasi |
inijabar.com, Kota Bekasi - Seorang balita perempuan berusia satu tahun berinisial A, diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh tetangganya sendiri, di kawasan Bintara, Bekasi Barat.
Ibunda korban, FS (36), mendesak kepolisian segera menindaklanjuti kasusnya, setelah hasil visum medis yang ditunggu selama tiga bulan akhirnya keluar, dan disebut memperkuat dugaan adanya tindak kekerasan terhadap sang anak.
"Hasil visum baru diterima sekitar tiga bulan kemudian. Hasilnya menyebutkan ada benda tumpul yang masuk ke kemaluan anak saya," ungkap FS dengan suara bergetar saat ditemui di kediamannya, Rabu (4/3/2026).
FS menuturkan, trauma mendalam kini tampak pada perilaku anaknya. Setiap kali melihat terduga pelaku berinisial R (48), seorang duda yang merupakan tetangga dekat mereka, sang balita kerap menunjukkan rasa ketakutan.
"Kalau lihat dia, anak saya bilang 'atut, atut'. Kalau ditanya sakit di mana, dia menunjuk ke bagian kelaminnya," tuturnya.
Dugaan kejadian ini bermula pada 20 Desember 2025, ketika FS harus pergi bekerja dan menitipkan A kepada R. Sekembalinya, FS mendapati anaknya terus menangis, terutama saat buang air kecil atau dimandikan.
"Awalnya saya kira anak saya menangis karena pampersnya penuh. Saya ganti ukurannya, tapi tetap menangis. Kalau pipis seperti kesakitan, malam itu juga sempat demam dan meringis terus," jelas FS.
Merasa ada yang tidak beres, FS membawa A ke puskesmas setempat. Bidan yang memeriksa menemukan ketidakwajaran pada kondisi fisik balita tersebut, dan menyarankan agar segera dilakukan visum serta pelaporan kepada pihak kepolisian.
Laporan resmi telah dilayangkan ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor LP/B/3287/XII/2025/SPKT/Polres Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya pada 24 Desember 2025. Kasus ini kini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Meski penyelidikan disebut terus berjalan, FS mengaku proses hukum sedikit terkendala, karena saksi yang enggan memberikan keterangan.
"Saya ada dua saksi kuat, tapi mereka tidak mau memberi keterangan karena takut berurusan dengan polisi," tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Metro Bekasi Kota terkait perkembangan penyidikan. Terduga pelaku R juga belum dapat dimintai konfirmasi.
"Saya cuma berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya. (Pandu)




