inijabar.com, Jakarta - Setelah mengirimkan bantuan dari Jakarta, Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta bersama Chef King Abdi dan 11 Chef Nusantara, kini telah tiba di Desa Lubuk Sidup, Kabupaten Aceh Tamiang, untuk mendistribusikan 99 ribu porsi makanan siap saji kepada masyarakat terdampak bencana, pada Sabtu (10/1/2026).
Program bertajuk 'Ekspedisi Dapur Kemanusiaan Bersama King Abdi & 11 Chef Nusantara, 99 Ribu Porsi Harapan Untuk Sumatera' itu, merupakan kolaborasi strategis antara lembaga kemanusiaan, pemerintah, dan pihak swasta yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, J99 Corporation, Lion Air Group, PMI, dan Mie Bola Mas.
Pimpinan Bidang IV Baznas Bazis DKI Jakarta, Prof. Dr. Bunyamin menyatakan, kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu, merupakan wujud kepedulian warga Jakarta dan seluruh masyarakat Indonesia terhadap saudara-saudara di wilayah Sumatera dan Aceh.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada warga Jakarta dan masyarakat Indonesia, yang telah berdonasi dan mendukung misi kemanusiaan ini di Aceh," ujar Prof. Bunyamin, melalui keterangan tertulis, Senin (12/1/2026).
Kehadiran King Abdi beserta 11 Chef Nusantara memberikan semangat tersendiri bagi warga Desa Lubuk Sidup. Mereka tidak sekadar mengirimkan bahan makanan, tetapi mengolahnya secara langsung di lokasi untuk memastikan kualitas gizi dan cita rasa terbaik bagi masyarakat.
Sementara itu, King Abdi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut, sekaligus menekankan bahwa kondisi di lapangan masih memerlukan perhatian serius.
"Banyak-banyak terima kasih kepada Baznas (Bazis) DKI Jakarta yang sudah men-support 99 Ribu Porsi Ekspedisi Dapur Kemanusiaan. Semoga langkah ini terus melaju dengan terus mendukung warga Aceh dan Sumatra, karena di sini semuanya belum pulih, masyarakat masih membutuhkan kita," ucap King Abdi.
Melalui program tersebut, Baznas Bazis DKI Jakarta berharap dapat meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang dan sekitarnya, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi dalam proses pemulihan jangka panjang di wilayah Sumatera yang terdampak bencana. (Pandu)




