BSIP: 610 dari 1.015 Bank Sampah di Kota Bekasi Sudah Aktif Mandiri

Redaktur author photo

inijabar.com, Kota Bekasi - Bank Sampah Induk Patriot (BSIP) Kota Bekasi, mencatat peningkatan signifikan jumlah bank sampah yang beroperasi secara mandiri.

Dari 1.015 bank sampah yang telah memiliki legalitas, sebanyak 610 unit kini telah aktif melakukan kegiatan pengelolaan sampah secara mandiri.

Sekretaris BSIP Kota Bekasi, Suprapto mengatakan, pencapaian ini merupakan dampak dari program 100 juta per RW, yang dicanangkan Pemerintah Kota Bekasi.

"Yang sudah memulai aktif dan mandiri melakukan kegiatan penimbangan, sudah 610 unit," ujar Suprapto melalui sambungan telepon, Jumat (9/1/2026).

Ia menjelaskan, dari total 1.020 RW di Kota Bekasi, terdapat 1.015 bank sampah yang telah memiliki Surat Keputusan (SK) Wali Kota atau legalitas resmi. Lima RW tidak mengikuti program, karena tidak mengambil dana bantuan 100 juta per RW dan tidak membentuk bank sampah.

Suprapto menuturkan, implementasi program bank sampah dilakukan secara bertahap. Pada 2025, waktu pelaksanaan terbilang terbatas karena Wali Kota Bekasi, memberikan dana kegiatan kepada RW, dengan pembentukan bank sampah sebagai salah satu syarat penerima bantuan.

"Kemarin itu Pak Wali last minute memberikan dana kegiatan RW, dan bank sampah menjadi salah satu indikator menerima dana itu. Disepakati pembentukan legalitas terlebih dahulu, kemudian di tahun 2026 harapannya semua berkegiatan," jelasnya.

BSIP terus melakukan monitoring dan pendampingan intensif terhadap seluruh bank sampah. Bahkan, data jumlah bank sampah yang beroperasi bersifat dinamis, karena setiap minggu ada penambahan unit yang mulai aktif melaporkan kegiatan.

"Data ini dinamis. Mungkin saya sampaikan sekarang 610, akhir minggu ini bisa berubah lagi karena ada pelaporan yang terus masuk," ungkap Suprapto.

Untuk produksi sampah yang telah dikelola, BSIP memperkirakan total mencapai sekitar 1.000 ton sampah organik dan anorganik sepanjang 2025. Nilai ekonomis dari pengelolaan sampah tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,6 miliar.

"Untuk data 2025, kami belum finalisasi. Biasanya finalisasi di pertengahan Januari. Tapi estimasi sekitar 1.000 ton dengan nilai ekonomis Rp 1,6 miliar," paparnya.

Suprapto optimistis seluruh bank sampah yang telah memiliki legalitas dapat beroperasi penuh pada 2026. Pihaknya akan terus melakukan monitoring hingga tingkat kelurahan, untuk memastikan seluruh bank sampah aktif berkegiatan sesuai target. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini