![]() |
| Lahan PSEL Ciketing Udik |
inijabar.com, Kota Bekasi- Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi hingga kini masih tersendat akibat pembebasan lahan yang belum juga rampung. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran molornya proyek strategis yang selama ini diklaim sebagai solusi jangka panjang persoalan sampah di Kota Bekasi.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, mengakui bahwa progres pembebasan lahan masih jauh dari kebutuhan ideal. Dari total kebutuhan 6,1 hektare, lahan yang baru berhasil dibebaskan hingga awal 2026 baru mencapai 2,6 hektare.
“Memang sampai sekarang pembebasan lahan PSEL belum selesai. Dari kebutuhan 6,1 hektare, yang sudah dibebaskan baru sekitar 2,6 hektare,” ujar Widayat, Selasa (21/1/2026).
Ia menjelaskan, kendala utama terletak pada belum tercapainya kesepakatan harga dengan sejumlah pemilik lahan. Menurutnya, perbedaan persepsi soal nilai appraisal membuat proses negosiasi berjalan alot sejak tahun lalu.
“Ada beberapa pemilik lahan yang belum sepakat dengan harga appraisal. Itu yang membuat proses pembebasan lahan tidak bisa langsung dituntaskan,” jelasnya.
Widayat mengungkapkan, pemerintah kota kembali membuka komunikasi dengan pemilik lahan pada tahun ini. Ia menyebut, hasil pembicaraan terbaru mulai menunjukkan titik terang.
“Tahun ini kita komunikasikan lagi, dan sekarang sudah mulai ada kesepakatan. Tinggal proses administrasi dan pembayaran,” katanya.
Meski demikian, belum rampungnya pembebasan lahan berdampak langsung pada tahapan pembangunan fisik proyek PSEL. Widayat mengakui, tanpa kepastian lahan, pekerjaan konstruksi tidak dapat berjalan secara maksimal.
“Kalau lahannya belum beres, tentu pembangunan fisiknya juga belum bisa jalan optimal,” ucapnya.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp90 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk menyelesaikan sisa pembebasan lahan sekaligus tambahan lahan sekitar 1,2 hektare.
“Anggaran pembebasan lahannya sudah disiapkan. Sekarang kami sedang koordinasi dengan BPKAD supaya proses pembayaran bisa segera dilakukan,” tegas Widayat.
Ia menargetkan seluruh proses pembebasan lahan proyek PSEL dapat diselesaikan pada Maret hingga April 2026.
“Target kami, Maret atau April ini pembebasan lahannya sudah tuntas,” ucapnya.(firman)




