Soal Wisata Air Kalimalang, Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Faisal Sarankan Persiapan Jangka Panjang

Redaktur author photo


Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Faisal bersama Komisi II DPRD Kota Bekasi meninjau persiapan lokasi wisata air Kalimalang

Inijabar.com, Kota Bekasi - Komisi II bersama Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, melakukan peninjauan langsung terhadap pembangunan wisata air Kalimalang, yang disebut akan menjadi ikon baru di Kota Bekasi, pada Kamis (22/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan proyek, sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat terkait dampak lingkungan, lalu lintas, hingga pengelolaan destinasi wisata.

Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal, mengatakan, proyek tersebut menggabungkan wisata air dan wisata kuliner dengan target pembukaan pada April 2026. Namun, dia meminta persiapan jangka panjang agar kualitas tetap terjaga.

"Saya minta ada perencanaan jangka panjang. Pada saat opening nanti mungkin belum maksimal, tapi ke depan investor akan terus mengembangkan spot-spot yang menjadi nilai jual unik," papar Faisal.

Politisi Partai Golkar ini juga memaparkan, dari lima jembatan yang direncanakan, investor membangun dua jembatan, sementara tiga lainnya dibangun pemerintah. Jembatan pertama sudah selesai dan jembatan kedua dalam tahap persiapan.

Terkait kontainer yang akan digunakan sebagai tempat kuliner, Faisal memberikan masukan agar ada cinderamata yang dijual di lokasi tersebut. Penyewa kontainer nantinya akan dikenakan biaya IPL per bulan untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan keamanan.

"DPRD tidak hanya mengawasi sampai opening, tapi akan terus mengawal sampai benar-benar layak dijadikan ikon baru Kota Bekasi," pungkasnya.

DPRD Kota Bekasi menegaskan komitmennya, dalam evaluasi yang akan terus dilakukan, untuk memastikan konsep wisata kuliner dan wisata air di Kalimalang dapat menjadi satu kesatuan yang menarik wisatawan dan tetap dalam regulasi.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, mengatakan, pihaknya melakukan pemantauan progres pembangunan wisata air, yang menjadi bagian dari visi Wali Kota Bekasi. Peninjauan tersebut fokus pada kesiapan infrastruktur dan aspek lingkungan.

"Kami meninjau kesiapannya dan juga terkait analisis dampak lalu lintas, serta analisis dampak lingkungan yang memang menjadi fondasi utama yang harus kita perhatikan," ujar Latu saat ditemui di lokasi.

Latu menjelaskan, seluruh jajaran Komisi II melakukan pengawasan bersama stakeholder, termasuk PT Mitra Patriot (PTMP) dan PT MIJU yang akan menjadi operator wisata air tersebut.

Ia menyatakan, pihaknya meminta penjelasan detail dari kedua perusahaan tersebut mengenai konsep pembangunan, termasuk visualisasi wisata air yang belum banyak diketahui masyarakat, termasuk penggunaan kontainer sebagai sarana UMKM dan pedagang kuliner.

"Kami mencatat beberapa hal terkait sistem drainase dan pembuangan limbah. PTMP dan dinas terkait sedang membuatkan saluran, agar limbah tidak dibuang ke Kalimalang," jelasnya.

Latu menerangkan, kebocoran dari ruas tol di atasnya juga akan ditutup dengan talang, untuk mengalirkan air ke saluran drainase yang sudah tersedia di Jalan Kalimalang.

Mengenai prospek wisata ini, Latu mengaku optimis meski dengan sejumlah catatan. Walaupun PT MIJU sebagai operator menyatakan keyakinan, bahwa destinasi tersebut akan menjadi wisata unggulan di Kota Bekasi.

"Kami optimis, tapi rambu-rambu dan peraturan yang berlaku di Kota Bekasi harus dijaga dengan ketat. Kalau kurang berhasil, kami minta pertanggungjawaban dari PT MIJU dan PT MP sebagai operator," tegasnya.(Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini