![]() |
| Pasien saat berada di IGD RSUD Chasbulah Abdulmajid (CAM) Kota Bekasi |
inijabar.com, Kabupaten Bekasi – Seorang pasien perempuan bernama Nurhayati mengaku kecewa pada salah satu oknum dokter di RS Ananda Kebalen Kabupaten Bekasi. Minggu (1/2/2026)
Pasalnya saat Nur didampingi anaknya ke RS Ananda ditolak masuk IGD karena BPJS tidak berlaku kalau hari minggu. Penolakan tersebut akhirnya membuat perdebatan pasien dengan sang dokter jaga.
"Masa dibilang BPJS tidak berlaku kalau hari Minggu. Saya baru tahu aturan itu,"ucap M.Fadil Hasan SH selaku suami pasien. Minggu (1/2/2026).
Fadil yang berprofesi sebagai advokat ini menceritakan, istrinya itu jatuh di toilet rumah. Namun istrinya menolak ketika ditawarkan diperiksa ke rumah sakit.
"Istri saya merasa sakit luar biasa pada bagian pinggang dan kaki sejak malam hari hingga tidak bisa tidur dan kesulitan bergerak,"ujarnya.
Karena nyeri tak tertahankan, keluarga membawa Nurhayati ke RS Ananda Kebalen untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun setibanya di IGD, pasien disebut tidak mendapatkan pemeriksaan maupun pemberian obat. Pihak rumah sakit justru menyarankan agar pasien pulang dan kembali keesokan harinya dengan membawa rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama agar bisa dilayani menggunakan BPJS Kesehatan.
“Jahat nya tuh dokter bilang datang lagi untuk bawa rujukan. Kan hari Minggu Puskesmas libur sedangkan ini sakit tidak bisa menunggu rujukan,"ungkapnya geram.
Fadil menambahkan, pihak rumah sakit Ananda juga menyebut kondisi istrinya belum memenuhi kriteria kegawatdaruratan IGD, meskipun korban mengeluhkan nyeri hebat dan tidak bisa beraktivitas normal.
“Katanya belum layak masuk IGD. Padahal pinggang istri saya sudah tidak bisa digerakkan. Kalau ini pasien jantung, disuruh pulang sampai besok, bisa keburu meninggal,” ucapnya dengan nada kesal.
Karena merasa tidak mendapatkan pelayanan, keluarga akhirnya membawa Nurhayati ke RSUD Kota Bekasi. Di rumah sakit daerah tersebut, pasien langsung menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk rencana rontgen pada bagian kaki dan pinggang untuk memastikan apakah terdapat patah tulang atau hanya cedera keseleo.
“Sekarang masih nunggu hasil rontgen. Mudah-mudahan tidak parah. Di RSUD alhamdulillah dilayani. Ternyata BPJS masih berfungsi kok meski hari Minggu. Jadi saya nilai dokter di RS Ananda itu bohong sama pasien,” kata Fadil.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen RS Ananda Kebalen terkait dugaan penolakan pasien IGD tersebut.
Redaksi Inijabar masih berupaya menghubungi pihak humas rumah sakit Ananda Bekasi untuk mendapatkan klarifikasi dan penjelasan resmi guna menjaga keberimbangan informasi.(*)




