Ketua DPRD Kota Bekasi Usulkan Kampung Batik untuk Lestarikan Warisan Budaya

Redaktur author photo
Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi (kiri) dan Ketua Kombas, Barito Hakim Putra (kanan) saat audensi.

inijabar.com, Kota Bekasi - Batik Bekasi sebagai warisan budaya tak benda yang diakui UNESCO, akan mendapat perhatian khusus melalui pembangunan kampung batik, sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan batik khas Bekasi.

Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, mengusulkan pembentukan kawasan khusus tersebut, saat disambangi oleh Koperasi Komunitas Batik Bekasi (Kombas), di Kantornya, Kamis (5/2/2026).

"Kami membayangkan sebuah kampung batik yang di dalamnya terintegrasi aktivitas pembuatan batik, pelatihan bagi masyarakat, hingga literasi sejarah Batik Bekasi. Bahkan, sejarah panjang Batik Bekasi ini penting untuk didokumentasikan secara komprehensif dalam sebuah buku," ujar Sardi.

Sardi juga mengajak Kombas berkolaborasi, dalam kegiatan budaya yang akan digelar DPRD Kota Bekasi, salah satunya dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kota Bekasi pada 10 Maret mendatang.

"Kami berharap Kombas dapat turut berkontribusi dalam pagelaran budaya HUT Kota Bekasi. Kita bisa menampilkan pelatihan membatik, demo mencanting, fashion show, dan pameran Batik Bekasi untuk semakin mengenalkannya pada publik," jelas Sardi.

Sementara itu, Ketua Kombas, Barito Hakim Putra, menyambut positif gagasan tersebut. Ia menyatakan dukungan penuh atas rencana pembangunan kampung batik.

"Kami sepenuhnya mendukung gagasan yang disampaikan Pak Ketua. Sebagai warisan budaya yang harus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan. Kami siap memberikan dukungan penuh untuk merealisasikan gagasan mulia ini," kata Barito.

Barito menambahkan, sejak berdiri pada 2010, Kombas konsisten memperkenalkan Batik Bekasi di berbagai ajang, mulai dari fashion show nasional hingga internasional. 

"Kami juga rutin memberikan pelatihan membatik, kepada mahasiswa dan masyarakat umum dari berbagai daerah," pungkasnya.

Rencana pendirian kampung batik dan pendokumentasian sejarah Batik Bekasi dalam buku, dinilai sebagai langkah strategis mengangkat identitas budaya lokal, serta menciptakan pusat ekonomi kreatif baru di Kota Bekasi. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini