![]() |
| Anggota DPRD Kota Bekasi, Ahmad Murodi (kiri) dan Camat Pondokgede, Zainal Abidin Syah (kanan), saat menandatangani hasil Musrenbang. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Untuk pertama kalinya, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Kota Bekasi, digelar secara gabungan berdasarkan Daerah Pemilihan (Dapil).
Musrenbang Kecamatan Pondokgede dan Bekasi Barat yang berlangsung di Pendopo Kantor Kecamatan Pondokgede tersebut, menghasilkan ratusan usulan program pembangunan dari serapan aspirasi masyarakat, Jumat (6/2/2026),
Camat Pondokgede, Zainal Abidin Syah mengatakan, penggabungan Musrenbang dua kecamatan dalam satu Dapil 5 itu bertujuan, untuk efisiensi anggaran dan koordinasi.
"Alhamdulillah hari ini dilaksanakan Musrenbang tingkat kecamatan, setelah sebelumnya dilakukan Musrenbang kelurahan di awal Januari. Ini pertama kali diselenggarakan berdasarkan Dapil untuk efisiensi, sehingga anggota DPRD juga tidak terpecah," ujar Zainal usai acara.
Usulan terbanyak, menurut Zainal, adalah perbaikan saluran dan jalan. Ia juga mengusulkan rehabilitasi gedung Kantor Kecamatan Pondokgede dan Kelurahan Jatiwaringin, yang sudah tidak mampu menampung kapasitas pegawai.
"Saya mengusulkan bangunan baru untuk Kecamatan Pondokgede dan Kelurahan Jatiwaringin, karena gedungnya sudah cukup tua dan SDM-nya banyak," katanya.
Zainal menyebut, prioritas utama adalah perbaikan infrastruktur di Jalan Raya Jatiwaringin, yang kerap dilanda banjir saat hujan deras.
"Mudah-mudahan rehabilitasi saluran dan pedestrian di sepanjang Jatiwaringin menjadi prioritas, untuk menanggulangi banjir, terutama di depan Depo dan sepanjang As-Syafi'iyah," ucapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bekasi dari Komisi II, Ahmad Murodi, menilai penggabungan Musrenbang dua kecamatan adalah langkah positif. Ia berharap, kekompakan tidak hanya tercipta pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada pemerataan pembangunan di kedua wilayah.
"Sah-sah saja ketika bicara efisiensi. Yang penting kondusif, bagus, dan kompak. Saya berharap kekompakan dua kecamatan ini terus berjalan, bukan hanya kompak orangnya, tapi kompak pembangunannya sehingga merata," papar Murodi.
Murodi mengungkapkan, usulan program yang mendominasi adalah infrastruktur berupa jalan, saluran, dan Penerangan Jalan Umum (PJU). Ia menilai PJU menjadi kebutuhan mendesak, karena banyak area pemukiman yang masih gelap, terutama di gang-gang dalam kampung.
"PJU sangat urgent. Anak-anak yang sering nongkrong di dalam gang itu gelap. Saya sudah bicara dengan Dinas Perhubungan bahwa PJU di Pondokgede dan Bekasi Barat masih kurang," ungkapnya.
Murodi berharap, usulan program dari kedua kecamatan yang mencapai ratusan kegiatan tersebut, dapat direalisasikan secara merata dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
"Insya Allah kegiatan-kegiatan yang diusulkan dua kecamatan ini bisa berjalan dengan baik, lancar, dan terrealisasi," pungkasnya. (Pandu)




